BANDUNG,- Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung drg. Susi Sulastri menemui keluarga pasien stroke yang meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). (Selasa, 10/2/2026).
Pertemuan itu menindaklanjuti keluhan keluarga terkait dugaan kelalaian layanan selama proses perawatan.
Berdasarkan keterangan keluarga, sejak awal perawatan terdapat sejumlah persoalan, mulai dari sikap oknum perawat yang dinilai tidak ramah hingga dugaan keterlambatan tindakan medis, termasuk penggantian infus yang disebut baru dilakukan setelah diminta berulang kali.
Keluarga juga menyoroti insiden pengisian air pada alat oksigen yang diduga tidak sesuai prosedur. Menurut pengakuan keluarga, pengisian air dilakukan oleh petugas nonmedis sebelum alat kembali dipasang pada pasien.
Setelah kejadian itu, kondisi pasien disebut terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.
Meski demikian, drg. Susi mengungkapkan adanya faktor lain yang perlu dikaji secara medis. Ia menyebut keluarga tidak mengizinkan pemasangan ventilator sehingga pasien tidak dirawat di ICU dan hanya mendapat bantuan oksigen di ruang perawatan biasa.
“Semua faktor harus dilihat secara objektif agar penanganan kasus ini adil,” ujar drg Susi.
“Atas kejadian tersebut, keluarga menyatakan ingin menempuh jalur keadilan. drg. Susi menyarankan keluarga melapor ke Bale Pananggeuhan Gedung Sate agar memperoleh pendampingan dan bantuan hukum.
Ia juga akan berkoordinasi dengan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari dapil Kota Bandung.
Di sisi lain, DPRD Kota Bandung tengah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Perda) inisiatif tentang bantuan hukum bagi masyarakat miskin.
Regulasi itu diharapkan dapat memperkuat perlindungan warga yang menghadapi persoalan hukum, termasuk terkait layanan kesehatan. **












