BANDUNG, – BPBD Kabupaten Bandung memperkuat kesiagaan menghadapi bencana di jalur mudik dan balik. Ancaman pohon tumbang, banjir, dan angin kencang diwaspadai demi keselamatan masyarakat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) BPBD, Beny Sonjaya, meminta pemudik tetap berhati-hati menghadapi cuaca ekstrem hingga akhir Maret. Pemantauan informasi menjadi kunci perjalanan aman.
Pemudik diimbau rutin memeriksa update cuaca resmi BMKG dan media online. Dengan informasi terkini, rute perjalanan dapat disesuaikan, sekaligus menghindari wilayah rawan bencana yang berpotensi mengganggu mudik.
Beny menekankan masyarakat selalu memperhatikan kondisi jalan, aliran sungai, dan lingkungan sekitar. Bila menemukan potensi bahaya, segera laporkan ke posko BPBD atau petugas terdekat.
Masyarakat diingatkan waspada pohon tumbang, genangan air, dan angin kencang.
“Keselamatan pemudik adalah prioritas kami,” tegas Beny, Kamis (26/03/2026), memastikan perhatian BPBD tetap maksimal pada mudik lebaran.

BPBD mendirikan empat posko siaga di Kabupaten Bandung, yaitu Kecamatan Soreang, Nagreg, Rancabali, dan Pangalengan. Setiap posko bertugas memastikan arus mudik aman dan respons cepat terhadap bencana.
Posko Soreang menjadi pusat koordinasi, posko Nagreg di lokasi terpadu depan Dermaga Sunda. Rancabali di depan wisata Kawah Putih, sedangkan Pangalengan menampung operasi tanggap darurat wilayah selatan.
Setiap posko dikelola OPD terkait, TNI-Polri, dan relawan Pramuka. Mereka siap mengevakuasi masyarakat serta menangani bencana, menjamin kelancaran arus mudik dan memberi rasa aman bagi pemudik di lapangan.
BPBD juga menanggulangi beberapa kejadian nyata. Pada 20 Maret, tiga titik pohon tumbang di Kecamatan Cicalengka berhasil ditangani, sehingga arus lalu lintas pemudik tetap lancar tanpa hambatan berarti.
Selain itu, banjir sempat menggenangi beberapa kecamatan, termasuk Nagreg, Cicalengka, dan Cimenyan. Petugas mengevakuasi air dan membersihkan jalan agar masyarakat bisa melintas dengan aman dan nyaman.
Setiap posko dijaga lima personil secara bergilir, dengan total 40 petugas di seluruh posko. Kehadiran mereka menjamin respons cepat dan koordinasi tanggap bencana berjalan optimal di lapangan.
Beny menegaskan kombinasi posko siaga, personil tanggap darurat, dan pemantauan rutin membuat mudik lebih aman.
“Ikuti arahan petugas dan perhatikan kondisi cuaca, perjalanan akan lebih nyaman,” ujarnya. (dy)












