BANDUNG,- Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan terus digenjot. Sepanjang tahun 2025, Dinas Perhubungan Jawa Barat berhasil menuntaskan pemasangan sekitar 14.000 titik Alat Penerangan Jalan (APJ) ornamen di ruas-ruas jalan kewenangan provinsi yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Pemasangan APJ ornamen ini bukan sekadar memperindah wajah jalan, melainkan menjadi bagian penting dari strategi peningkatan keselamatan lalu lintas, khususnya pada malam hari. Ribuan titik lampu tersebut kini menjadi penopang utama visibilitas jalan di kawasan strategis, jalur penghubung antarwilayah, hingga titik-titik rawan kecelakaan.
Seiring perkembangan teknologi, sebagian APJ ornamen yang terpasang telah dilengkapi Light Control Unit (LCU), sebuah sistem kendali pintar yang memungkinkan pengelolaan lampu jalan secara jarak jauh, efisien, dan terukur. Melalui teknologi ini, petugas dapat mengatur nyala dan mati lampu, melakukan peredupan (dimming), menyusun jadwal operasional, hingga memantau konsumsi energi secara real time.
Penerapan LCU dinilai menjadi terobosan penting dalam pengelolaan APJ modern. Selain meningkatkan efisiensi energi, sistem ini juga mempercepat proses deteksi gangguan sehingga potensi lampu padam di jalan utama dapat diminimalkan.
Tak hanya mengandalkan teknologi, Dishub Jabar juga memperkuat respons lapangan dengan membentuk Unit Reaksi Cepat (URC). Tim ini disiagakan khusus untuk memantau kondisi APJ dan merespons cepat setiap aduan masyarakat terkait lampu jalan yang rusak atau tidak berfungsi.
URC Dishub Jabar beroperasi secara aktif dan terintegrasi dengan laporan masyarakat. Warga dapat menyampaikan pengaduan melalui Hotline Dishub Jabar di 0823-2229-5959 maupun kanal resmi media sosial, termasuk akun Instagram Dishub Jabar. Setiap laporan akan ditindaklanjuti guna memastikan penerangan jalan kembali optimal.
Dengan kombinasi 14 ribu APJ ornamen, teknologi LCU, serta kesiapsiagaan tim URC, Dishub Jabar menegaskan komitmennya dalam menghadirkan infrastruktur jalan yang aman, nyaman, dan modern. Langkah ini diharapkan mampu menekan risiko kecelakaan lalu lintas, meningkatkan rasa aman masyarakat, serta mendukung mobilitas ekonomi di seluruh wilayah Jawa Barat.**











