SUMEDANG,– Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sumedang kembali melaporkan perkembangan pencegahan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Sumedang yang masih perlu lebih diwaspadai.
Perkembangan saat ini, jumlah pasien positif corona berdasarkan uji polymerease chain reaction (Swab) sebanyak 9 orang dari total 12 orang pasien terkonfirmasi positif SWAB. Dimana sebanyak 3 orang telah selesai dan dinyatakan sembuh.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Drs. Asep Tatang sekaligus Kabag Humas dan Protokol menyebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan Rapid Test, dinyatakan Reaktif Rapid Test sebanyak 5 orang, dimana kategori Reaktif Rapid Test ini dipilah menjadi ODP Reaktif dan PDP Reaktif.
“ODP Reaktif Rapid Test yaitu Reaktif Rapid Test tapi tidak bergejala, jumlahnya sebanyak 2 orang. Sedangkan PDP Reaktif Rapid Test yaitu Reaktif Rapid Test dengan gejala klinis pneumonia atau comorbid penyakit tertentu, jumlahnya sebanyak 3 orang. Jumlah total Reaktif Rapid Test sebanyak 67 orang, 59 orang dinyatakan selesai dan 3 orang meninggal,” papar Asep Tatang, melalui siaran persnya.
Ia menyampaikan, pasien yang meninggal dengan status Reaktif Rapid Test, walaupun belum tentu positif Covid-19 namun pemulasaraannya dilaksanakan menggunakan standar protokol pemulasaraan pasien Covid 19, dengan tujuan untuk melindungi masyarakat terpapar covid 19 bila ternyata jenazah yang bersangkutan positif covid 19.
“Sementara rapid test yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan sampai dengan 27 Mei 2020, selesai Rapid Test 3.124 orang dan selesai Rapid Test ulang 85 orang. Sementara itu, hasil Rapid Test yang dilaksanakan secara masif dari tanggal 28 April 2020 sampai dengan 27 Mei 2020 dilakukan terhadap 1.531 orang dengan hasil sebanyak 1.502 orang negatif dan 29 orang reaktif,” paparnya.
Ditambahkan, Rafid Test yang telah dilaksanakan oleh RSUD sampai dengan 27 Mei 2020 adalah sebanyak 1.520 orang dan selesai rafid test ulang sebanyak 82 orang.
“Hari ini Rabu tanggal 27 Mei 2020 merupakan hari kedelapan pela ksanaan PSBB Tahap ke III di Kabupaten Sumedang yang akan berlangsung sampai dengan tanggal 29 Mei 2020. Kami harapkan masyarakat Kabupaten Sumedang dapat bekerja sama untuk mematuhi segala peraturan yang telah ditetapkan dalam pemberlakuan PSBB Tahap III di Kabupaten Sumedang,” urainya.
Tim Gugus Tugas juga melaporkan sejumlah pelanggaran di Chek point A, yakni kendaraan diberhentikan sebanyak 51, kendaraan diputarbalik 63 dan jumlah pelanggaran 44. Kemudian di Chek Point Perbatasan (Chek Point C); kendaraan diberhentikan 18.338,kKendaraan diputarbalik 818 dan jumlah pelanggaran 473.
Selanjutnya, penyaluran Bantuan Sosial dengan dana yang bersumber dari Data Non DTKS Kabupaten Sumedang, yang berjumlah 15.000 kepala keluarga berupa Bantuan langsung Tunai (BLT) sebesar Rp. 500.000,- per kepala keluarga, melalui Bank Sumedang, Progresnya sampai dengan saat ini telah disalurkan sebanyak 14.750 Kepala Keluarga dengan total nilai uang yang telah disalurkan yaitu sebesar Rp.7.375.000.000,- atau sebesar 98,33 persen.
“Bantuan sosial dari pos lainnya, sejak tanggal 14 Mei 2020 secara bertahap mulai disalurkan, baik itu bantuan yang berasal dari Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Dana Desa serta Bantuan berupa Gerakan Nasi Bungkus (Gasibu) yang dikelola oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang selama ini sudah berjalan setiap hari,” jelasnya.
Pasca Hari Raya Idul Fitri, tandas Asep Tatang, masih banyak sejumlah titik sangat berpotensi menjadi lokasi rawan penyebaran covid 19, diantaranya pasar, terminal dan tempat-tempat ibadah. Untuk itu masyarakat Kabupaten Sumedang diminta agar selalu waspada dan tetap disiplin menjalankan Physical Distancing, menggunakan masker setiap bepergian keluar rumah dan sering mencuci tangan pakai sabun.
“Masyarakat Sumedang harus lebih berhati-hati dan waspada akan bahaya penyebaran Covid-19 di pusat perniagaan. Sebab penyebaran virus sangat mudah karena droplet bisa menempel di permukaan benda yang ada di pusat perniagaan, tempat ibadah dan tempat lainnya yang dalam keseharian sering kita sentuh,” pungkasnya. (bn/bs)











