LAMSEL,- Koperasi Pegawai Negeri-Karya (KPN-KG) Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) mendengar laporan pertanggung jawaban pengurus tahun buku 2018, dan mendengar RAPBK rencana kerja tahun 2019, Sabtu (30/3/2019).
Staf Dinas Koperindag mengatakan, momen RAT ini bisa diketahui apa yang sudah dikerjakan oleh pengurus, dan seluruh anggota koperasi yang sejatinya berpatisipasi aktif dalam turut serta memajukan koperasi.
“Saya membaca tema acara ini, yaitu: ‘Kita Tingkatkan Kesadaran dan Kesehatan dalam Koperasi’. Salah satu koperasi yang baik, sehat adalah koperasi yang melaksanakan RAT sesuai waktu, yaitu bulan Januari hingga Maret. Alhamdullilah meski ini acara dipenghujung bulan, namun tetap dilaksanakan, berarti KPN-KG masuk kategori baik dan sehat,” ujarnya.
Menurut dia, koperasi yang sehat juga harus memikirkan nomor induk koperasi, mengingat saat ini barometer pemerintah ada dua, yaitu satu, melaksanakan RAT, dan dua memiliki Nomor Induk Koperasi. Jika KPN-KG belum memiliki Nomor Induk Koperasi bisa menghubungi Dinas Koperasi.
“Lalu, mengapa tema ini selalu diangkat? Kebetulan saya sudah dua tahun terakhir sama dengan pak camat dua kali ikut RAT masalahnya masih yang sama, klasik, masalah penyortiran simpanan wajib dan penyetoran pinjaman yang telah dilakukan oleh anggota. Mengapa masalah ini terus terjadi, bukan di KPN-KG saja, tapi semua Koperasi Pegawai Negeri.”
“Bukan anggota tidak mau bayar, mungkin bapak-ibu lupa akibat sudah tua, tapi saya ingatkan koperasi ini bisa besar, bisa bangkit, bisa jaya karena anggotanya sportif. Jadi harapan saya atas bisik-bisik pengurus bahwa koperasi masih terkendala penyetoran anggota. Seyogianya cintailah koperasi kita agar koperasi kita tetap eksis, jaya dan maju seperti koperasi Pegawai Negri lainnya,” paparnya.
Dengan kendala ini, kata dia, memang membuat bingung karena gaji sudah masuk ke Bank Lampung sehingga untuk menyetor ke koperasi tersendat-sendat bahkan macet.
“Karena koperasi ini milik anggota, kesadaran itu kembali ke pribadi masing-masing agar tidak macet setoran. Kalau melihat neraca, bapak-ibu jangan kaget karena kesepakatan untuk menurunkan suku bunga, akibat penurunan suku bunga tentu imbasnya ke SHU, jangan heran kalau SHU tahun ini menurun dari tahun sebelum,” ungkapnya.
“Namun kalau kita pinjam ke bank, jasa kita tidak kembali. Kalau di koperasi jasa kita akan kembali dan besar kecil jasa yang akan kita terima tentu dari naik-turunnya suku bungga,” pungkas staf Dinas Koperindag.
Mewakili Camat Sidomulyo, Abadi SE menyampaikan, dilaksanakan RAT ini menunjukan bahwa KPN-KG adalah koperasi yang baik dan sehat.
“Hal ini tentu tidak luput dari peran aktif seluruh anggota koperasi. Mudah-mudahanan ke depan lebih maju,” ujar Abadi.
Ketua KPN-KG, Suwarno mengatakan, seluruh dana yang dimiliki koperasi ada sekitar Rp3 milyar yang berada di anggota. Untuk aset yang ada berupa kantor KPN-KG sendiri, tanah di dusun Damar Agung dan Suka Marga.
“Sedangkan kendala hanya kemacetan penyetoran iuran wajib dan angsuran pinjaman. Mudah-mudahan dengan RAT ini, kesadaran dan kesehatan dalam berkoperasi memacu anggota untuk meningkatkan peran aktif dalam membayar uang iuran wajib dan angsuran pinjaman. Sehingga dapat dimanfaatkan kembali anggota lainnya,” kata Suwarno.
Dalam kesempatan itu dilaksanakan pemberian SHU dan temu pamit anggota yang telah pensiun sebanyak 13 orang.
Andy












