• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, April 8, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Lima Aspek Utama yang Menjadi Fokus Pembahasan Pansus 11 DPRD Kota Bandung

Lima Aspek Utama yang Menjadi Fokus Pembahasan Pansus 11 DPRD Kota Bandung

red cyber by red cyber
April 5, 2026
in Featured, PARLEMEN
0
Anggota Pansus 11 DPRD Kota Bandung, Eko Kurnianto W, S.T., M.PMat.,

Anggota Pansus 11 DPRD Kota Bandung, Eko Kurnianto W, S.T., M.PMat.,

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG,- Grand design pembangunan kependudukan mencakup lima aspek utama yang menjadi fokus pembahasan Pansus 11.

Menurut anggota Pansus 11 DPRD Kota Bandung, Eko Kurnianto W, S.T., M.PMat., aspek pertama adalah pengaturan kuantitas atau jumlah penduduk Kota Bandung. Dalam hal ini, Kota Bandung harus memiliki visi yang jelas terkait pertumbuhan penduduk di masa mendatang, sehingga perkembangan jumlah penduduk tetap terkendali dan selaras dengan daya dukung kota.

Aspek kedua menyangkut sebaran dan mobilitas penduduk. Saat ini, kata Eko, konsentrasi penduduk masih terpusat di sejumlah kecamatan padat, khususnya di wilayah barat Kota Bandung seperti Bojongloa dan Bojongloa Kidul.

Kondisi tersebut memerlukan penataan yang lebih terarah agar distribusi penduduk lebih merata dan tidak menumpuk di satu wilayah saja. Penataan sebaran dan mobilitas ini menjadi penting untuk menciptakan keseimbangan pembangunan antarwilayah.

Aspek ketiga yang menjadi perhatian adalah kualitas penduduk. Eko menegaskan, kualitas penduduk merupakan isu lintas sektor yang berkaitan erat dengan berbagai bidang, mulai dari pekerjaan, kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur kota.
Dari sisi ekonomi, tata kelola Kota Bandung harus mampu memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sementara dari sisi kesehatan, perhatian terhadap penanganan stunting pada anak, peningkatan kualitas layanan kesehatan, serta penyediaan infrastruktur kesehatan menjadi bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

Baca juga :  Musim Hujan, Brimob Jabar Rutin Cek Pintu Air Antisipasi Bencana Banjir

Selain itu, kualitas penduduk juga dipengaruhi oleh sektor pendidikan. Tata kota yang baik diharapkan mampu mendorong peningkatan indeks pembangunan masyarakat, sehingga melahirkan warga yang berkualitas dan berdaya saing. Infrastruktur pendukung seperti jalan yang nyaman, ruang terbuka publik, pengendalian sampah, dan fasilitas umum lainnya juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kota Bandung yang layak huni.

Aspek keempat yang dibahas dalam Pansus GDPK adalah ketahanan keluarga. Eko menekankan bahwa keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat, sehingga harus menjadi perhatian utama dalam pembangunan kota. Penguatan ketahanan keluarga dinilai penting untuk menciptakan fondasi sosial yang kokoh dalam menghadapi berbagai dinamika perubahan.

Aspek kelima adalah administrasi kependudukan. Sistem administrasi yang tertib, mudah diakses, dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan kependudukan. Pemerintah Kota Bandung diharapkan mampu menghadirkan pelayanan administrasi yang memudahkan warga, tertib, dan terintegrasi dalam perencanaan jangka panjang.

Baca juga :  Dua Anggota Polisi yang Terjerat Kasus Narkoba Segera Jalani Sidang Kode Etik

Eko menjelaskan, Grand Design Pembangunan Kependudukan ini memiliki peran yang mirip dengan rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD), namun secara khusus berfokus pada sektor kependudukan. Grand design tersebut nantinya akan diturunkan ke dalam rencana pembangunan lima tahunan, sehingga arah kebijakan kependudukan Kota Bandung tetap konsisten dan berkelanjutan.

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam penyusunan GDPK, Pansus 11 mendapat pendampingan langsung dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pendampingan tersebut dinilai penting karena perumusan grand design pembangunan kependudukan bukanlah hal yang ringan.

Dokumen ini harus mampu memproyeksikan kondisi Kota Bandung 20 tahun ke depan, di tengah berbagai keterbatasan serta dinamika penduduk, perkembangan ilmu pengetahuan, dan perubahan global yang berlangsung sangat cepat.

“Perubahan dunia sangat dinamis dan cepat. Karena itu, kita harus mampu menangkap berbagai perubahan tersebut dan menyesuaikannya dalam perumusan Grand Design Pembangunan Kependudukan ini,” ujar Eko.

Dengan adanya GDPK, diharapkan arah pembangunan kependudukan Kota Bandung menjadi lebih terstruktur, terukur, dan mampu menjawab tantangan masa depan, sehingga Bandung benar-benar menjadi kota yang nyaman dan berkelanjutan bagi seluruh warganya.**

Previous Post

R. Ikbal Nurjamil Siap Bawa Perubahan Positif Desa Cilenyi Kulon

Next Post

Pansus 13 Menekankan Pentingnya Peraturan Dibuat Dapat Diterapkan Secara Efektif

BeritaTerkait

Featured

Bupati Dony Lepas Alumni Pejuang Digital LPDP

April 7, 2026
Featured

Musrenbang RKPD 2027, Pemkab Sumedang Fokus Pertumbuhan Berkualitas dan Inklusif

April 7, 2026
Featured

Pemkab Tanah Bumbu Pacu Digitalisasi Daerah Demi Layanan Publik Lebih Mudah

April 7, 2026
Featured

Ketua TP PKK Tanah Bumbu Kukuhkan Ketua PKK Kusan Hulu, Dorong Inovasi Program dan Perkuat Semangat Gotong Royong

April 7, 2026
Ekonomi

Restu Mande Mendunia, Nenden Rospiyani Buktikan UMKM Indonesia Bisa Tembus Global

April 7, 2026
Featured

248 Calon Paskibraka Tanah Bumbu 2026 Ikuti Latihan Bersama, Fokus Pembentukan Disiplin, Nasionalisme, dan Kepemimpinan

April 7, 2026
Next Post
Panitia Khusus (Pansus) 13 DPRD Kota Bandung melaksanakan Rapat Kerja membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, Ketenteraman, dan Perlindungan Masyarakat.

Pansus 13 Menekankan Pentingnya Peraturan Dibuat Dapat Diterapkan Secara Efektif

No Result
View All Result

Berita Terkini

Bupati Dony Lepas Alumni Pejuang Digital LPDP

April 7, 2026

Musrenbang RKPD 2027, Pemkab Sumedang Fokus Pertumbuhan Berkualitas dan Inklusif

April 7, 2026

Pemkab Tanah Bumbu Pacu Digitalisasi Daerah Demi Layanan Publik Lebih Mudah

April 7, 2026

Ketua TP PKK Tanah Bumbu Kukuhkan Ketua PKK Kusan Hulu, Dorong Inovasi Program dan Perkuat Semangat Gotong Royong

April 7, 2026

Restu Mande Mendunia, Nenden Rospiyani Buktikan UMKM Indonesia Bisa Tembus Global

April 7, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC