TASIKMALAYA, – Semangat kemandirian ekonomi perempuan terus tumbuh dari sektor industri kreatif. Komunitas Merajut Tasikmalaya (KMT) menjadi bukti nyata bahwa keterampilan merajut mampu membuka peluang usaha hingga menembus pasar internasional.
Sejak berdiri pada 27 September 2017, KMT konsisten memberdayakan perempuan melalui pelatihan merajut yang terarah dan profesional. Tidak hanya sebagai hobi, kegiatan ini berkembang menjadi sumber penghasilan yang membantu meningkatkan ekonomi keluarga.
Produk rajutan yang dihasilkan anggota KMT kini tidak hanya diminati di pasar lokal, tetapi juga telah berhasil diekspor ke Italia, seperti cardigan dan boneka Kokeshi yang memiliki nilai seni tinggi.
Pendiri KMT, E. S. Emi Rahayu (Yayu), menegaskan bahwa kualitas menjadi kunci utama. Ia menyebut, perempuan memiliki potensi besar untuk mandiri secara ekonomi jika didukung keterampilan dan akses pasar yang tepat.
“Dengan keterampilan yang terus diasah dan kualitas produk yang dijaga, perempuan dapat memiliki posisi tawar yang kuat secara ekonomi. Kami ingin membuktikan bahwa dari rumah, melalui merajut, perempuan Tasikmalaya bisa mandiri secara finansial dan ikut menggerakkan perekonomian lokal dengan produk berstandar global,” ujarnya.
Keberhasilan KMT tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk sinergi strategis bersama Rumah BUMN Tasikmalaya dan BRI. Melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI, para anggota mendapatkan akses permodalan yang membantu pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Pemimpin Cabang BRI BO Tasikmalaya, Hoki Agusta Rina Atmaja, memberikan apresiasi atas capaian KMT dalam mendorong inklusi keuangan bagi perempuan pelaku UMKM.
“BRI sangat mendukung gerakan pemberdayaan yang dilakukan KMT. Keberhasilan mereka menembus pasar Italia menjadi bukti bahwa perempuan pelaku UMKM Indonesia memiliki daya saing tinggi. Melalui pembinaan di Rumah BUMN, kami berkomitmen untuk terus mendampingi agar semakin banyak perempuan mampu membawa produk lokal naik kelas ke pasar dunia,” ungkapnya.

Fokus Pemberdayaan dan Inovasi Berkelanjutan
Dalam perjalanannya, KMT secara aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan pelatihan rutin dan workshop untuk menjangkau lebih banyak perempuan, baik di Tasikmalaya maupun daerah sekitarnya. Tidak hanya mengajarkan teknik merajut, komunitas ini juga membekali anggotanya dengan pengetahuan tentang pengembangan produk (product development), manajemen kualitas, hingga standar ekspor.
Adapun sejumlah keunggulan produk hasil pemberdayaan KMT antara lain:
100% Handmade, memberikan nilai eksklusif dan sentuhan personal pada setiap produk
Ramah Lingkungan (Zero Waste), dengan meminimalkan limbah produksi
Akses Pasar Luas, melalui keikutsertaan dalam pameran nasional seperti INACRAFT dan BRIlianpreneur
Kolaborasi Multi Pihak, termasuk kementerian dan lembaga pendukung UMKM

Buka Akses Kolaborasi dan Keanggotaan
Sebagai komunitas terbuka, KMT memberikan kesempatan luas bagi masyarakat, khususnya perempuan, untuk bergabung dan berkembang bersama. Beberapa program yang dapat diikuti antara lain:
1. Pertemuan Rutin, yang dilaksanakan setiap hari Selasa di Rumah KMT, Jl. Letda Lili Rochli No. 4, Kota Tasikmalaya
2. Program Edukasi, berupa short course dan Workshop Online (WSO) yang dapat diikuti peserta dari berbagai daerah
3. Informasi Digital, melalui media sosial Instagram @kmtasik untuk update kegiatan dan produk
Dengan mengusung semangat “Merajut Asa, Meraih Mimpi Bersama”, Komunitas Merajut Tasikmalaya optimistis dapat terus memperluas dampak sosial dan ekonomi, sekaligus memperkuat posisi perempuan sebagai penggerak ekonomi kreatif di tingkat lokal hingga global.
Tentang Komunitas Merajut Tasikmalaya (KMT)
Komunitas Merajut Tasikmalaya (KMT) merupakan wadah pemberdayaan perempuan berbasis industri kreatif yang berfokus pada produksi rajutan berkualitas ekspor. Melalui peningkatan keterampilan, manajemen kualitas, serta akses pasar global, KMT berkomitmen meningkatkan kesejahteraan para pengrajin dan mendorong UMKM lokal agar mampu bersaing di pasar internasional. ***











