BITUNG, – Menyadari bahwa generasi muda adalah tonggak masa depan bangsa, Polsek Lembeh Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam membina dan melindungi pelajar dari berbagai ancaman kenakalan remaja.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan hukum yang digelar di SMA Negeri 3 Bitung, sebagai bagian dari program edukasi berkelanjutan Polri untuk menciptakan lingkungan remaja yang aman dan sehat.
Kegiatan berlangsung khidmat dan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya” yang menumbuhkan rasa nasionalisme di kalangan para siswa. Suasana penuh kedisiplinan dan antusiasme tampak jelas sejak kegiatan dimulai.
Materi inti disampaikan langsung oleh Wakapolsek Lembeh Selatan, Ipda Jumli Lintuhaseng, S.Sos., dalam paparannya menegaskan, bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) bukan hanya tugas aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh warga, termasuk para pelajar.
“Pemahaman mengenai Kamtibmas menjadi bekal penting bagi siswa dalam membangun lingkungan sekolah yang aman dan harmonis,” katanya.
Sejumlah isu krusial yang kerap mengintai kehidupan remaja dibahas secara mendalam. Para siswa mendapatkan edukasi mengenai bahaya narkoba, mulai dari jenis-jenisnya hingga dampaknya terhadap fisik, mental, serta konsekuensi hukum yang harus ditanggung pelakunya. Selain itu, materi Stop Bullying menjadi sorotan penting, mengingat perundungan masih sering terjadi di lingkungan sekolah dan berdampak serius pada psikologis korban.
Penyuluhan juga menyoroti berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti vandalisme, pemalakan, tawuran, pergaulan bebas, hingga balapan liar. Tak ketinggalan, pentingnya tertib berlalu lintas turut ditekankan untuk menekan angka kecelakaan yang melibatkan pelajar.
Kapolsek Lembeh Selatan Ipda Jhon Marisi, SH menjelaskan bahwa dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital, Polsek Lembeh Selatan juga memberikan arahan tentang bijak bermedia sosial.
“Para siswa diingatkan untuk memanfaatkan media sosial secara positif, serta menghindari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, maupun konten negatif yang dapat menimbulkan masalah hukum,” jelasnya.
Kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan penuh interaksi. Para siswa terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, menunjukkan bahwa edukasi yang disampaikan mendapat perhatian serius. Penyuluhan ditutup dengan sesi foto bersama antara jajaran kepolisian dan peserta didik, sebagai simbol komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang bebas dari penyimpangan hukum.
Melalui kegiatan ini, Polsek Lembeh Selatan berharap para pelajar semakin memahami pentingnya disiplin, tanggung jawab, serta menjadi generasi muda yang berkarakter dan peduli terhadap masa depan bangsa. (Billy Ruaw)












