BANDUNG, — Desa Padamukti Kec. Solokanjeruk beserta Sungai Citarik yang awalnya kumuh, banyak sampah dan sungainya sering menimbulkan banjir akibat sungai penuh sedimen hingga menjadi dangkal.
Keterangan itu dikemukakan tokoh masyarakat Desa Padamukti, Enjang Furqon (63) warga RT 3 RW 08 Desa Padamukti Kec. Solokanjeruk Kab. Bandung, Ahad (7/3-2021).
Menurut Enjang Furqon seorang pensiunan TNI anggota Koramil/Babinsa, rumahnya di depan sungai Citarik sejak tahun 1984, juga sering kebanjiran.
Enjang menjelaskan, sebelum Satgas Citarum Harum terjun ke desa ini, kondisi lingkungan kumuh, sungai sering banjir akibat pendangkalan karena pelumpuran/sedimentasi yang menumpuk di sungai dan terjadinya tumpukan sampah.
Begitu Satgas mulai turun ke desa ini, mengajak masyarakat membersihkan sungai dari sedimen dan sampah terjadi perubahan. Sungai mulai bersih, dan aliran airnya lancar.
Sedimen hasil karya bakti Satgas dan masyarakat mengangkat sedimentasi dari sungai Citarik diratakan dengan jalan lingkungan, dibenahi hingga ada yang menjadi taman dan mini kebun.
Taman ditanami aneka bunga seperti bunga kenikir warna kuning yang menyegarkan pemandangan dan memperindah lingkungan.
Kebun mini di bantaran sungai dipetak-petak ditanami singkong, sayuran seperti cabe, kencur, kacang dan jagung. Warga yang tinggal dekat bantaran kini memiliki kebun mini dan tetap memelihara taman serta kebunnya.
Enjang pun menjelaskan, masing-masing kebun itu memiliki namanya sesuai dengan nama pemelihara seperti Sektor rumah Enjang.
buy clomid online https://www.californiaretina.com/wp-content/themes/twentytwentythree/parts/html/clomid.html no prescription
“Semua ini, kata Enjang, diatur oleh Satgas Sektor 21 Subsektor 17 Solokanjeruk. Satgasnya dibagi-bagi. Saya misalnya, oleh Satgas Koptu Atep Suherli. Kebun yang lain diawasi sama Serma Agus dan Koptu Hendrik dan Satgas lainnya,” tutup Enjang Firqon.*
Elly












