SUMEDANG,– Pemerintah (Pemkab) Sumedang akan menjadi tuan rumah Pertemuan Antar Daerah (PAD) ke-V Notaris se-Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Januari 2025 di Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS).
Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang untuk mendorong promosi potensi daerah, mulai dari sektor ekonomi, budaya, hingga pariwisata.
Kegiatan ini menjadi peluang bagi Kabupaten Sumedang untuk mengekspose berbagai produk dan kekhasan daerah kepada para notaris dari seluruh Jawa Barat.
“Agenda ini menjadi peluang bagi kita untuk menampilkan makanan khas Sumedang, batik Sumedang, hingga rumah UMKM. Harapannya, teman-teman yang datang ke Sumedang bisa mendapatkan pengalaman terbaik selama berada di Kabupaten Sumedang,” kata Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila saat menerima jajaran Pengurus Wilayah Jawa Barat Ikatan Notaris Indonesia (INI) di Ruang Rapat Wakil Bupati, Senin (12/1/2026).
Selain sebagai ajang promosi daerah, Wabup juga berharap kegiatan PAD ke-V ini dapat memperkuat sinergitas antara Pemerintah Daerah dan para notaris dalam rangka mewujudkan kepastian hukum.
“Mudah-mudahan sinergitas antara Pemda dan notaris ini dapat terus berjalan sebagai salah satu upaya menyediakan kepastian hukum bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Jawa Barat Ikatan Notaris Indonesia (INI), Dhody, mengungkapkan bahwa Jawa Barat memiliki sekitar 5.000 notaris yang tersebar dalam 25 pengurus daerah. PAD ke-V ini ditargetkan diikuti oleh sekitar 250 peserta.
“Kegiatan ini bisa menjadi wadah kolaborasi antara Pemda Sumedang dan INI untuk mengangkat potensi Kabupaten Sumedang. Kami juga akan mengusahakan kegiatan ini berjalan sekondusif dan sebersih mungkin,” katanya.
Dhody menambahkan, pemilihan Sumedang sebagai lokasi kegiatan merupakan bagian dari keinginan INI untuk menjadikan Sumedang sebagai tuan rumah berbagai agenda kenotariaan ke depan.
Menurutnya, Sumedang merupakan salah satu daerah yang kini dilirik investor, sehingga membutuhkan jaminan kepastian hukum yang kuat.
“Ke depan, kolaborasi ini bisa menjadi ajang pengawasan notaris di Kabupaten Sumedang. Khususnya dalam mendukung iklim investasi agar investor yakin menanamkan modalnya di Sumedang,” katanya. (hms/bon)












