SUMEDANG,– Tudingan sejumlah Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang menyebut kondisi DPC Gerindra Sumedang, Jawa Barat dalam kondisi mati suri ditampik Wakil Ketua Organisasi Kaderisasi Keanggotaan (OKK) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Sumedang, Warson Mawardie.
Menurut Warson, apa yang dituduhkan para ketua PAC jika DPC mati suri tidak benar.
“Kami menampik hal tersebut, karena DPC Sumedang dibawah kepemimpinan Heri Ukasah berjalan sesuai koridor yang ditentukan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra,” ucap Warson Mawardie, dikutip patrolicyber.com dari Notif di, Sabtu 1 Mei 2021.
Lebih jauh Warson menegaskan, pihaknya bersama pengurus DPC Gerindra Kabupaten Sumedang lainnya sering mengikuti kegiatan-kegiatan partai, baik skala nasional maupun skala provinsi.
“Terakhir ini, kami mengkuti rapat konsolidasi di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Jabar untuk persiapan Pemilu 2024,” tegasnya.
Ditambahkannya, kegiatan lain yang dilakukan DPC Gerindra Sumedang yaitu dengan mengikuti konferensi nasional luar biasa secara virtual. Kegiatan itu diikuti seluruh DPC se-Indonesia yang kembali menunjuk Prabowo Subianto menjadi Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina Gerindra.
“Kemudian, DPC Sumedang telah melakukan Pendidikan Politik (Dikpol) untuk kader Gerindra di beberapa kecamatan, seperti Tomo, Tanjungkerta, dan di Jatinangor,” ungkapnya.
Hingga saat ini, lanjut Warson, pihaknya tetap menjalankan fungsi partai dengan koridor-koridor yang ada. Bahkan, pihaknya saat ini sedang melakukan pembenahan kantor DPC, dan melakukan sejumlah pembenahan.
Warson kembali menegaskan, apa yang dikatakan para ketua PAC jika kondisi DPC Sumedang mati suri, dan menyebut programnya tidak jelas adalah tidak benar.
“Kami tidak mati suri. Kami jelas. Kami mengikuti aturan yang ditentukan DPP,” ujar dia.
Tunduk Aturan DPP
Lebih lanjut Warson mengungkapkan, terkait mekanisme pemilihan kepengrusuan yang dilakukan di Partai Gerindra, pihaknya akan taat dan tunduk terhadap keputusan DPP Gerindra.
“Hingga saat ini, Heri Ukasah masih tetap menjadi Ketua DPC Gerindra Kabupaten Sumedang. Bahkan berdasarkan hasil rapat konsolidasi partai yang digelar pada 4 April 2021 lalu, DPD maupun DPP memperbolehkan merevisi kepengurusan di bawahnya. Tetapi tidak ada secara prontal untuk mengganti ketua DPC,” ungkap Warson.
Terkait isu PAC menyatakan dukungan kepada Sonia Sugian sebagai Ketua DPC, Warson mengaku hal tersebut normatif dan tidak apa-apa.
“Ya tidak masalah kalau mereka (PAC) menyatakan sikap mendukung Sonia Sugian. Kami persilahkan saja mereka mengambil sikap. Itu hak para PAC, tetapi kami (DPC) akan tunduk dan patuh terhadap yang diputuskan DPP,” ujar Warson.
Saat dilakukan konfirmasi bahwa sebagian besar ketua PAC yang hadir bersilaturahmi dengan Sonia Sugian, imbuh Warson, mereka mengaku datang tidak mengatasnamakan PAC. Tetapi, atas nama pribadinya.
“Jika berbicara apakah para ketua PAC yang hadir dalam pertemuan tersebut melanggar AD/ART partai, pastikan mereka masih di luar, dan mereka mengklaim tidak mengatasnamakan sebagai Ketua PAC,” ujarnya.
Sebab, sambung Warson, yang mengundang pertemuannya pun bukan pengurus DPC Gerindra Sumedang. Namun, jika mereka datang mengatasnamakan PAC, maka PAC harus tunduk dan patuh terhadap DPC.
“Jika silaturahmi secara pribadinya, kami pun welcome. Tapi kalau membawa PAC, ini kan partai. Mohon maaf jangan diumbar, kami memiliki mekanisme. Jika ada unsur pelanggaran pada para ketua PAC tersebut, mungkin nanti akan dimusyawarahkan dulu dengan Ketua DPC, serta pengurus DPC lainnya terkait hal tersebut,” tandas Warson. (Abas)












