GARUT,- Diiringi hujan rintik-rintik
Tim Ekspedisi Jurnalis Hukum Bandung (JHB), menerobos tikungan tajam, dan turunan berkelok menuju Santolo menembus jalur Ciwidey-Cianjur-Garut, Sabtu-Minggu (24-25/01/26).
Perjalanan rombongan Ekspedisi Garut Selatan JHB sejauh 254 KM (pergi-pulang) menelusuri perbukitan dan hamparan kebun teh Ciwidey-Cianjur
menuju Santolo menjadikan perjalanan kian menarik dan bermakna.
Tim JHB dengan penuh ceria melakukan kerja jurnalistik, guna napak tilas hasil pembangunan sepanjang tahun anggaran 2025. Wujud tanggungjawab sebagai salah satu fungsi pilar demokrasi.
Tantangan Muncul Memasuki Wilayah Ini
Ketika Rombongan Ekspedisi Garut Selatan JHB memasuki Rancabali, Ciwidey tantangan muncul berupa hadangan kabut yang mulai turun menutupi pandangan.
Hingga di pertengahan Naringgul jarak pandang kian memendek, hanya mampu 1 meter. Namun kondisi tersebut berbalik, ketika memasuki Warung Kabut atau perbatasan Kabupaten Bandung dengan Cianjur, kabut itu menghilang dan semua kembali cerah.
“Justrru yang muncul setelah melewati Warung Kabut yaitu tiupan angin kencang, hingga rombongan Ekspedisi Garut Selatan JHB mengurangi kecepatan, bahkan ada beberapa pengendara sempat oleng,” ucap Iyan salah seorang rombongan tersebut.
Yedi Supriadi: ‘ Ini Kalender Tahunan’
Menurut Ketua Pelaksana Ekspedisi Yedi Supriadi, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan guna memberi catatan hasil pelaksanaan pembangunan tahun sebelumnya.
Selain itu, kegiatan tersebut dikemas sebagai bentuk kebersamaan dan memperkuat jalinan silarurahim antar anggota JHB.
“Di sini anggota dan keluarga besar JHB tetap produktif tapi juga menikmati perjalanan, melepas penat sambil menulis berita,” ujar Yedi Supriadi yang akrab disapa Mang Yedi.
Investigasi Kilas Balik 2025 Menapaki 2026
Di sisi lain, Ekspedisi Garut Selatan JHB sekaligus sebagai bentuk monitoring langsung lapangan (on the spot) terkait jalur yang kerap digunakan para penghobi touring yang melintasi Kota Bandung-Kabupaten Bandung-Cianjur hingga Garut.

Adapun monitoring yang dimaksud terkait sarana dan prasarana seoanjang perjalanan, seperti kondisi jalan, fasilitas lalu lintas khususnya penerangan jalan umum atau PJU.
Selama perjalanan ekspedisi, tim JHB menilai infrastruktur di wilayah tersebut sangat menunjang keberlangsungan aktivitas dan mobilitas masyarakat.
Kondisi jalan yang lecir, rambu rambu lalulintas hingga penerangan jalan umum (PJU) tersedia dan berfungsi dengan baik.
Silaturahmi Ala JHB, Suyono: ‘Ada yang Berbeda’
Penanggung jawab Ekspedisi Garut Selatan yang juga Ketua JHB, Suyono menandaskan, giat kali ini pada intinya bukan sekedar touring menyusuri sepanjang jalan yang dilalui, akan tetapi melakukan investigasi kilas balik pembangunan tahun anggaran 2025.
“Ini merupakan silaturahmi ala keluarga JHB yang sekaligus sebagai kalender tahun,” ucap Suyono yang akrab disapa Bang Yono.
Kali ini, lanjutnya, silaturahmi agak berbeda dengan biasanya. Semua anggota JHB diwajibkan membawa istri untuk bersama sama saling mengenal dan saling menyapa.
“Inilah yang menjadi target kita disamping melakukan investigasi atau liputan terkait pembangunan yang menunjang siklus keberlangsungan destinasi wisata di wilayah Selatan,” tandasnya.
Fakta di Lapangan Akan Berbicara Lain
Hal yang sama diungkapkan Penasehat Hukum Jurnalis Hukum Bandung, Alif Nur Anhar. Menurutnya Ekspedisi Garut Selatan bisa disebut sebagai sebuah kalender rutin insan jurnalis yang harus tetap dirawat dan dipertahankan.
“Diharapkan dengan kegiatan ini memberikan nuansa baru dan mendorong semangat JHB dalam melakukan tugas jurnalistik,” kata Alif.
Dipastikan dalam perjalanan rombongan Ekspedisi Garut Selatan, lanjutnya, bisa melihat langsung sampai sejauhmana pembangunan Jabar Selatan di mata JHB.
“Kita tahu jalur ini sangat menantang, penuh tikungan tajam dan turunan hingga kabut serta cuaca ekstrim hujan dan tiupan angin kencang kerap menghadang. Dan itu akan terbayar lunas berupa suguhan pemandangan nan indah selama perjalanan, terlebih di tempat yang di tuju,” tandasnya.**












