MANGUNJAYA – Pemerintah Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka stunting melalui program pencegahan Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah mengalokasikan 1.000 paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi sasaran prioritas.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Desa Sindangjaya saat membuka kegiatan Penanganan Stunting dan Pencegahan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) yang dihadiri unsur kecamatan, Puskesmas, TP PKK, Bidan Desa, Kader Posyandu, Kader Pembangunan Manusia (KPM), tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa menegaskan bahwa penanganan stunting dan pencegahan KEK merupakan program prioritas nasional yang harus didukung seluruh elemen masyarakat hingga tingkat desa. Menurutnya, kualitas generasi penerus sangat ditentukan sejak masa kehamilan.
“Ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis memiliki risiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), yang menjadi salah satu faktor penyebab stunting. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan ibu hamil dan balita harus menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Pemerintah Desa Sindangjaya telah mengalokasikan anggaran untuk 1.000 paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Penyaluran dilakukan selama dua bulan, yakni 500 paket pada Juli dan 500 paket pada Agustus, guna membantu meningkatkan asupan gizi ibu hamil dan balita yang membutuhkan.
Meski demikian, Kepala Desa menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga dan masyarakat dalam menjaga pola makan bergizi, rutin memeriksakan kehamilan, serta memanfaatkan layanan Posyandu secara berkala.
Ia juga mengajak para Kader Posyandu, Kader Pembangunan Manusia (KPM), dan Tim Pendamping Keluarga untuk terus meningkatkan edukasi dan pendampingan kepada ibu hamil maupun ibu menyusui, sehingga tidak ada ibu hamil yang mengalami KEK terlewat dari pemantauan.
Selain itu, para suami dan anggota keluarga diminta memberikan dukungan penuh kepada ibu hamil, baik secara moral maupun dalam pemenuhan kebutuhan gizi sehari-hari. Sementara para ibu yang memiliki balita diimbau rutin membawa anak ke Posyandu agar pertumbuhan dan perkembangannya dapat dipantau sejak dini.
“Kita ingin mewujudkan Desa Sindangjaya yang bebas stunting dengan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Kepala Desa.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Sindangjaya berharap sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat semakin kuat dalam mendukung percepatan penurunan stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di wilayah desa.











