Pangandaran – Pengolahan air limbah dari salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, disebut belum maksimal.
Hasil pengujian laboratorium terhadap air limbah SPPG Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, bahkan masih menunjukkan adanya parameter yang belum memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan.
Pengawas Lingkungan Hidup, Een Rohimah, S.IP Pangandaran menyebut, parameter pH dalam hasil pengujian masih tergolong baik. Namun, parameter terkait kebutuhan oksigen dalam pengolahan limbah seperti COD dan BOD disebut belum sesuai dengan standar.
”Kemarin dilakukan uji laboratorium, katanya COD dan BOD masih belum sesuai. Kalau pH-nya bagus, tapi COD dan BOD-nya masih belum layak,” ujar Een dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (19/9/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang digunakan SPPG belum bekerja secara maksimal. Terlebih, IPAL tersebut diketahui dipasang secara mandiri oleh pengelola SPPG.
Karena itu, pengelola diminta melakukan perbaikan terhadap sistem IPAL, termasuk memastikan grease trap atau perangkap lemak berfungsi dengan baik.
”Harus dilakukan perbaikan di IPAL. Mungkin ada bagian yang belum maksimal mengolah limbah, apakah dari bakteri atau sistem pengolahannya,” katanya.
Petugas DLH juga menyarankan agar pengelola melakukan pengujian laboratorium secara berkala untuk memastikan kualitas air limbah benar-benar telah memenuhi baku mutu.
Menurut dia, kondisi air limbah yang terlihat bening tidak dapat dijadikan satu-satunya indikator bahwa air tersebut sudah aman.
”Air yang bening itu belum tentu bagus. Tetap harus dilakukan uji laboratorium,” ujarnya.
Pengelola SPPG juga diminta memastikan pengambilan sampel dilakukan dengan prosedur yang benar dan melibatkan laboratorium yang terakreditasi dan teregistrasi dari kementrian Lingkungan hidup.
Petugas DLH menyebut pengawasan dan pengujian berkala penting dilakukan untuk memastikan perbaikan IPAL benar-benar menghasilkan perubahan terhadap kualitas air limbah.
”Kami meminta ada progres perbaikan. Bulan ini harus ada perkembangan, sehingga dari LH ketika turun ke lapangan ada hasil yang bisa dilihat,” pungkasnya.












