TANAH BUMBU, – Bunda Literasi Kabupaten Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif, secara resmi membuka Pelatihan Mendongeng bagi Kader Posyandu di Pendopo Kantor Bupati, Batulicin, Jumat (09/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan bercerita sekaligus menanamkan pesan positif kepada anak melalui metode yang menarik dan mudah dipahami.
Pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong kegemaran membaca sejak usia dini. Melalui kegiatan mendongeng, para kader Posyandu diharapkan dapat berperan dalam memperkenalkan cerita, buku, serta berbagai pesan edukatif kepada anak-anak di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Andi Irmayani mengatakan kegiatan mendongeng merupakan momentum yang menarik karena tidak hanya mengasah kemampuan bercerita, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana menyampaikan nilai-nilai positif kepada anak.
Menurutnya, mendongeng memiliki potensi besar untuk membangun kedekatan dengan anak sekaligus memperkenalkan berbagai pengetahuan melalui cerita yang menyenangkan. Dengan pendekatan tersebut, anak-anak diharapkan lebih mudah memahami pesan yang disampaikan dan mulai menyukai aktivitas membaca sejak dini.
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Trialis Nurika dari Kampung Dongeng Tanah Bumbu dan Enik Mintarsih dari Kampung Dongeng Intan Kalsel. Keduanya memberikan materi sekaligus memperagakan teknik mendongeng yang dapat diterapkan oleh para kader Posyandu dalam kegiatan edukasi kepada anak.
Dalam pelaksanaannya, para peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran teori, tetapi juga menyaksikan praktik langsung mengenai cara menyampaikan cerita dengan memanfaatkan alat bantu berupa boneka.
Penggunaan boneka sebagai media bercerita diharapkan dapat membuat suasana mendongeng lebih hidup, interaktif, dan menyenangkan. Dengan demikian, pesan yang disampaikan melalui cerita dapat menarik perhatian anak sekaligus membantu mereka memahami informasi secara lebih sederhana.
Bunda Literasi Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif, juga turut mengikuti sesi praktik mendongeng bersama para narasumber. Dalam sesi tersebut, diperagakan sejumlah tokoh, yakni ibu, kelinci, dan monyet, melalui cerita yang mengangkat pesan mengenai stunting serta pentingnya pemenuhan asupan makanan bagi anak.
Melalui cerita yang dikemas secara menarik, peserta diperlihatkan bagaimana isu kesehatan dan kebutuhan gizi anak dapat disampaikan dengan bahasa sederhana yang sesuai dengan dunia anak-anak.
Metode mendongeng dinilai dapat menjadi salah satu pendekatan edukasi yang membantu anak mengenal pentingnya makanan bergizi dan kebiasaan hidup sehat sejak dini. Pesan-pesan tersebut juga diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Keterlibatan kader Posyandu dalam kegiatan ini menjadi penting karena mereka berinteraksi langsung dengan keluarga dan masyarakat. Dengan keterampilan mendongeng yang dimiliki, para kader diharapkan mampu menghadirkan pendekatan edukasi yang lebih kreatif, baik saat beraktivitas di lingkungan Posyandu maupun ketika berinteraksi dengan anak-anak dan orang tua.
Andi Irmayani berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semoga ilmunya bermanfaat dan bisa kita praktikkan bersama,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tanah Bumbu serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelatihan mendongeng tersebut.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berharap keterampilan mendongeng dapat semakin berkembang di kalangan kader Posyandu. Selain mendukung gerakan literasi dan menumbuhkan minat baca anak sejak dini, kegiatan ini diharapkan menjadi sarana edukasi yang kreatif untuk memperkenalkan pesan kesehatan, pencegahan stunting, dan pentingnya pemenuhan gizi bagi tumbuh kembang anak.
Sinergi antara gerakan literasi dan pelayanan Posyandu diharapkan dapat memperkuat peran keluarga serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak, sekaligus membangun generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki wawasan luas. (Ag)












