• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, Oktober 21, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Krisis Air Bersih di Pangandaran, DPRD Dorong Anggaran Rp1 Miliar dan Solusi Permanen bagi 30 Ribu Warga

Krisis Air Bersih di Pangandaran, DPRD Dorong Anggaran Rp1 Miliar dan Solusi Permanen bagi 30 Ribu Warga

cyber by cyber
Oktober 14, 2026
in Featured, PARLEMEN
0
Share on FacebookShare on Twitter

PANGANDARAN, – Krisis air bersih yang melanda Kabupaten Pangandaran menjadi perhatian serius DPRD setempat. Sekitar 30 ribu warga dilaporkan terdampak kekeringan akibat musim kemarau panjang yang berlangsung selama enam hingga tujuh bulan.

Menghadapi kondisi tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, mendorong pemerintah daerah memperkuat penanganan krisis air bersih melalui langkah darurat sekaligus pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Menurut Asep, penyaluran air bersih menggunakan mobil tangki memang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kondisi darurat. Namun, langkah tersebut harus diimbangi dengan penyediaan sarana penampungan air, perbaikan fasilitas sumber air yang tidak berfungsi, serta perlindungan kawasan mata air.

“Untuk mempercepat penanganan di lapangan, kami mendorong pengalokasian anggaran sekitar Rp1 miliar,” kata Asep kepada wartawan, Rabu (14/10/2026).

Anggaran tersebut direncanakan untuk mendukung pengadaan sekitar 90 unit tandon air berkapasitas 2.000 hingga 5.000 liter yang akan ditempatkan di desa-desa terdampak kekeringan.

Selain pengadaan tandon, anggaran juga diarahkan untuk mendukung operasional distribusi air bersih oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Asep menyebutkan, distribusi bantuan air bersih yang telah dilakukan berbagai pihak mencapai sekitar dua juta liter. Meski demikian, ketersediaan air perlu didukung sarana penampungan yang memadai agar bantuan dapat dimanfaatkan masyarakat secara efektif.

Menurutnya, keberadaan tandon air di titik-titik strategis akan membantu masyarakat menyimpan persediaan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama ketika pasokan air sulit diperoleh selama musim kemarau.

DPRD Dorong Perbaikan Sumur Bor dan Pompa Air

Baca juga :  Pemkab Tanbu Jalin Kerjasama dengan Cambridge University Guna Kembangkan dan Tingkatkan Kualitas SDM di Tanah Bumbu

Selain memperkuat distribusi bantuan, DPRD Pangandaran mendorong pemerintah daerah menginventarisasi sumur bor dan pompa air yang tersedia di sekolah, kantor pemerintahan, maupun desa.

Inventarisasi diperlukan untuk mengetahui kondisi fasilitas yang masih berfungsi dan yang membutuhkan perbaikan. Sejumlah sarana air disebut tidak dapat beroperasi secara optimal, antara lain akibat kendala kelistrikan.

Asep menilai, perbaikan fasilitas yang sudah tersedia dapat menjadi langkah cepat untuk menambah akses air bersih bagi masyarakat tanpa harus selalu bergantung pada pasokan dari mobil tangki.

“Langkah perbaikan infrastruktur lokal ini dinilai penting agar sumber air yang ada bisa segera dimanfaatkan kembali oleh warga,” ujarnya.

Optimalisasi sumur bor dan pompa air diharapkan dapat memperluas sumber pasokan air, khususnya di wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air selama kemarau panjang.

DPRD juga menilai penanganan krisis perlu dilakukan secara terkoordinasi agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan dan penggunaan anggaran berjalan efektif.

Perlindungan Mata Air Jadi Solusi Jangka Panjang

Dalam jangka panjang, DPRD Pangandaran menyoroti pentingnya menjaga kawasan tangkapan air dan melindungi keberadaan sumber mata air. Upaya ini dinilai menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko krisis air bersih yang berulang setiap musim kemarau.

Asep menyebutkan, sekitar 80 persen sumber mata air di Pangandaran berada di kawasan yang dikelola Perum Perhutani dan PTPN.

Karena itu, DPRD berencana menggelar rapat kerja bersama kedua instansi tersebut untuk membahas pengelolaan dan pelestarian lingkungan di sekitar sumber mata air.

Baca juga :  Aparat Polres Sumedang Sampaikan Bantuan Kerohiman untuk Juru Kunci Makam Puncak

Pembahasan akan mencakup upaya menjaga kawasan tangkapan air serta perlindungan area di sekitar mata air, termasuk radius 200 meter yang menjadi perhatian DPRD dan perlu dikaji berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Menurut Asep, keberlanjutan sumber air tidak bisa dilepaskan dari kondisi lingkungan di sekitarnya. Kerusakan kawasan tangkapan air berpotensi memengaruhi ketersediaan air, sehingga diperlukan kerja sama antara pemerintah daerah, pengelola kawasan, dan pihak terkait.

Ia berharap koordinasi lintas instansi tersebut dapat menghasilkan langkah konkret untuk menjaga sumber air sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi secara berkelanjutan.

Penanganan Darurat Harus Diikuti Perencanaan Berkelanjutan

DPRD Pangandaran menegaskan bahwa krisis air bersih tidak cukup ditangani melalui bantuan sementara. Pemerintah daerah perlu menyatukan kebijakan penanganan darurat dengan perencanaan infrastruktur dan perlindungan lingkungan dalam jangka panjang.

Pemantauan kondisi cuaca dan informasi mitigasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga perlu menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun langkah antisipasi menghadapi musim kemarau berikutnya.

Dengan perencanaan yang terarah, perbaikan sarana air, penyediaan tandon, serta perlindungan sumber mata air, risiko kekurangan air bersih diharapkan dapat ditekan.

Asep berharap upaya tersebut menjadi langkah nyata untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat Pangandaran, sekaligus mengurangi ketergantungan pada distribusi bantuan setiap kali kekeringan melanda.

Penanganan yang terintegrasi diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan mendesak sekitar 30 ribu warga terdampak, tetapi juga menjadi fondasi bagi sistem penyediaan air bersih yang lebih tangguh dan berkelanjutan di Kabupaten Pangandaran. (SP)

Tags: anggaranAsep NoordinKekeringanKetua DPRD PangandaranKrisis Air BersihSumu bor
Previous Post

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung Andri Gunawan Soroti Masih Adanya Praktik Prostitusi dan Narkoba di Saritem

Next Post

Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor Dalam Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting

BeritaTerkait

Ekonomi

Buka Peluang Kemitraan bagi Komunitas, LinkAja Kembangkan Beyond the Wallet

Oktober 21, 2026
Willem Frans Ansanay
Featured

Catatan Penting Ketum BaraJP untuk Dua Program Prabowo-Gibran

Oktober 20, 2026
Featured

Lewat Subuh Berjamaah, Wabup Sumedang Ajak Kuatkan Ukhuwah dan Akidah

Oktober 20, 2026
Featured

Pemda Sumedang Matangkan Penertiban 5.100 KJA Liar di Waduk Jatigede

Oktober 20, 2026
Featured

DPRD Pangandaran Desak Pemda Siapkan Tandon Air di Setiap Desa Terdampak Kekeringan, Antisipasi El Nino hingga 2027

Oktober 20, 2026
Featured

Ketua DPRD Pangandaran Soroti Pangandaran Icon Carnival 2026, Minta Budaya Lokal Jadi Identitas Utama

Oktober 20, 2026
Next Post
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung Deni Nursani, S.Pd.I.

Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor Dalam Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting

No Result
View All Result

Berita Terkini

Buka Peluang Kemitraan bagi Komunitas, LinkAja Kembangkan Beyond the Wallet

Oktober 21, 2026
Willem Frans Ansanay

Catatan Penting Ketum BaraJP untuk Dua Program Prabowo-Gibran

Oktober 20, 2026

Lewat Subuh Berjamaah, Wabup Sumedang Ajak Kuatkan Ukhuwah dan Akidah

Oktober 20, 2026

Pemda Sumedang Matangkan Penertiban 5.100 KJA Liar di Waduk Jatigede

Oktober 20, 2026

DPRD Pangandaran Desak Pemda Siapkan Tandon Air di Setiap Desa Terdampak Kekeringan, Antisipasi El Nino hingga 2027

Oktober 20, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC