BANDUNG,– Satresnarkoba Polrestabes Bandung melakukan penggerebekan dan razia eks lokalisasi Saritem, Andir, Kota Bandung, Jumat (9/10/2026) sore. Sebanyak 21 orang terindikasi positif narkoba jenis amphetamine dan langsung digiring ke Mapolrestabes Bandung.
Terkait masalah tersebut Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung Andri Gunawan, S.Ak., S.M., menyoroti masih adanya aktivitas prostitusi di kawasan Saritem.
Untuk itulah, ia meminta Pemerintah Kota Bandung tidak menutup mata terhadap persoalan tersebut dan mengambil langkah konkret dengan melakukan penjangkauan serta sosialisasi.
“Kita tuh enggak usah tutup mata dan pura-pura enggak tahu. Kita kan sebenarnya, Saritem masih buka tuh, semua orang tahu di Bandung,”ungkapnya.
Menurutnya, ditemukannya aktivitas prostitusi di Saritem oleh Pemkot Bandung juga berawal dari atensi pihak kepolisian yang melakukan penindakan di kawasan tersebut terkait persoalan narkoba. Hal ini harus diikuti dengan keberanian dan langkah konkret pemerintah daerah dalam penindakan kegiatan prostitusi.
“Bukan soal Saritem saja, justru yang lebih mengerikan bagi saya adalah prostitusi yang dilakukan lewat platform media sosial,” ujarnya
Andri berharap Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Satpol PP harus melakukan penjangkauan terhadap persoalan sosial ini.
“Jangan tutup mata, enggak usah malu mengakui kalau Saritem itu masih buka dan enggak usah malu juga mengakui kalau banyak apartemen kita dijadikan tempat transaksi prostitusi online. Jangan malu mengakui, justru malu kalau pengidap HIV/AIDS di kita nambah,” jelasnya.
“Lakukan penjangkauan ke apartemen-apartemen, itu enggak usah saya sebut merek apartemennya, siapa pun tahu. Saya tunggu ya keberanian melakukan tindakan hal ini oleh pemerintah kota. Coba lakukan penjangkauan ke tempat hiburan malam, tempat-tempat apartemen yang diduga dijadikan tempat prostitusi online,” terangnya.**












