KAB. BANDUNG, — Sektor 21 Satgas Citarum Harum Subsektor Cikapundung, Kamis (1/11) melokalisir lubang pembuangan limbah cair PT Teguh Jaya Pranata di wilayah Dayeuhkolot dengan mengecor lubang pembuang limbah cair.
Menurut Dansektor 21 Kol. Inf. Yusep Sudrajat melalui Dansubsektor Cikapundung Serka Akhmad, pabrik pencelupan itu ketahuan membuang limbah cair berwarna, hangat dan bau ke aliran sungai.
Walau dengan susah payah untuk melokalisasi lubang pembuangannya karena lubangnya berada di bawah permukaan air sungai, Satgas bersama warga dan elemen masyarakat akhirnya dapat melokalisirnya.
Pengecoran itu menurut Dansektor, dimaksudkan supaya limbah kotor dan berbau itu tidak mencemari sungai dan ekosistem lingkungan.
Dansektor menjelaskan, perusahaan pencelupan ini sudah pernah membuat komitmen akan mengelola limbahnya dengan baik dan ramah lingkungan dengan tidak membuang limbahnya ke sungai dalam kondisi kotor.
Serka Akhmad mengemukakan, saat hendak dilokalisir air limbah yang dibuang terlihat jernih namun kehitam hitaman sedangkan di outlet terasa panas dengan suhu sekitar 35 derajat celcius.
Sementara, Staf pabrik itu Melli Susilawati menjelaskan pula sebenarnya perusahaan ini sudah berkomitmen mengolah limbah sesuai arahan. Limbahnya sudah layak.
Melli mengatakan, untuk langkah penyempurnaan IPALnya perusahaan sedang menambah fasilitas dan kini sudah banyak perubahan, adanya belt press, membongkar satu ruang produkdi untuk bak penampungan limbah, aerasi.
Malah, katanya, telah membeli alat untuk pengecekan baku mutu, termasuk instalasi recycle. Demikian pula sudah mengganti obat-obat kimia untuk pengolahan lumpur yang mengendap dengan obat kimia yang ramah lingkungan.
Melli pun memberi gambaran pula, jika tahap pertama sudah selesai akan dilanjutkan dengan tahap kedua membangun lagi bak penampungan limbah yang diperkirakan mulai Maret 2019 dan kemudian membenahi kondisi IPALnya.
Elly










