• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, Oktober 21, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Dewan Sebut Program Petani Millennial Bertentangan dengan Ketahanan Pangan

Dewan Sebut Program Petani Millennial Bertentangan dengan Ketahanan Pangan

red cyber by red cyber
Februari 7, 2021
in Featured, Pemerintahan
0
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG,- Program petani milenial yang disampaikan Gubernur Jabar saat persemian Smart Green House PT. Argo Jabar di Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut, dinilai Sekretaris Komisi II DPRD Jabar Yunandar R Eka Perwira, hanya gimik dari seorang Ridwan Kamil, agar kelihatan keren tetapi konsepnya tidak jelas.

Menurut Yunandar, program petani milenial yang disampaikan Gubernur Jabar tidak ada dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jabar 2018-2023.  Yang ada, itu adalah Petani Juara.

“Komisi II DPRD Jabar, dalam rapat dengan dinas terkait mempertanyakan apakah sudah memiliki konsep yang jelas dan matang untuk merealisasikan program Petani Juara, dan ditambah lagi program petani milenial. Ternyata pihak dinas juga kebingungan untuk merealisasikannya,” ujar Sekretaris Komisi II, Yunandar R Eka Perwira, Sabtu (6/2/2021).

“Kita di Komisi II tentunya dapat memahami pusingnya Kepala Dinas terkait dalam  mendukung suksesnya sector perekonomian khusus di bidang pertanian. Hal ini karena, konsepnya tidak jelas dan matang, plot anggaran minim. Bahkan, pada setiap pembahasan anggaran APBD, sektor perekonomian untuk meraih alokasi anggaran 10 persen dari total APBD saja sangat sulit,” tambahnya.

Baca juga :  Semarakkan HUT Ke-77 RI, Kampung Karuhun Bagikan Tiket Gratis Selama Agustus

Menurut dia, untuk merealisasikan program Petani Juara, dinas-dinas mitra Komisi II sudah kerepotan, apalagi ditambah program Petani Milenial.

“Jadi cukup wajar, kalau program Petani Milenial hanya gimik, biar kelihatan keren tetapi gak ada konsepnya, yang pusing ya dinasnya. Pertama gak dikasih anggaran, kedua dia harus ngurusin itu, terus ketiga, gimana nanti merealisasikannya,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Lebih lanjut, Yunandar mengatakan, program petani millennial itu bertentangan dengan Ketahanan Pangan, secara konsep.

“Ini gak pernah dikaji dan tidak ada di dalam RPJMD, yang ada dalam RPJMD itu petani juara,  yang sampai hari ini juga gak ada konsepnya apa itu. Kemudian modal dari BJB, masa asset pemprov dijadikan jaminan kan gak bisa juga, itu gak logis. Tetapi tiba-tiba ada petani milenial,” ujarnya.

Baca juga :  Bupati Tanbun : Pemilih Pemula Memiliki Peran Penting

Adapun terkait program Petani Milenial yang diakan diluncurkan Gubernur Jabar pada pertengahan Februari ini, Komisi II juga mempertanyatakan. Namun, ketika hal ini ditanyakan kepada Dinas terkait,  kepala Dinasnya menyatakan, akan mencetak kaderisasi petani melalui pinjaman lahan milik Provinsi di Garut sebanyak, 1000 ha masing masing akan diberi 2000 m2, nanti modalnya dari BJB hasilnya akan diekspor ke Korea berupa Kimcha.

“Jadi program Petani Milenial ini tidak masuk diakal dan bertentangan dengan program ketahanan pangan. Karena, sudah jelas kita butuh pangan kenapa diekspor. Jadi saya katakan, program petani millennial itu bertentangan dengan Ketahanan Pangan,” katanya. ***

Previous Post

Dansektor 21 Ingatkan Satgas Ajak Warga Berkarya Bakti

Next Post

bank bjb Sepakati Kerja Sama Pembiayaan KPR Bersubsidi

BeritaTerkait

Ekonomi

Buka Peluang Kemitraan bagi Komunitas, LinkAja Kembangkan Beyond the Wallet

Oktober 21, 2026
Willem Frans Ansanay
Featured

Catatan Penting Ketum BaraJP untuk Dua Program Prabowo-Gibran

Oktober 20, 2026
Featured

Lewat Subuh Berjamaah, Wabup Sumedang Ajak Kuatkan Ukhuwah dan Akidah

Oktober 20, 2026
Featured

Pemda Sumedang Matangkan Penertiban 5.100 KJA Liar di Waduk Jatigede

Oktober 20, 2026
Featured

DPRD Pangandaran Desak Pemda Siapkan Tandon Air di Setiap Desa Terdampak Kekeringan, Antisipasi El Nino hingga 2027

Oktober 20, 2026
Featured

Ketua DPRD Pangandaran Soroti Pangandaran Icon Carnival 2026, Minta Budaya Lokal Jadi Identitas Utama

Oktober 20, 2026
Next Post

bank bjb Sepakati Kerja Sama Pembiayaan KPR Bersubsidi

No Result
View All Result

Berita Terkini

Buka Peluang Kemitraan bagi Komunitas, LinkAja Kembangkan Beyond the Wallet

Oktober 21, 2026
Willem Frans Ansanay

Catatan Penting Ketum BaraJP untuk Dua Program Prabowo-Gibran

Oktober 20, 2026

Lewat Subuh Berjamaah, Wabup Sumedang Ajak Kuatkan Ukhuwah dan Akidah

Oktober 20, 2026

Pemda Sumedang Matangkan Penertiban 5.100 KJA Liar di Waduk Jatigede

Oktober 20, 2026

DPRD Pangandaran Desak Pemda Siapkan Tandon Air di Setiap Desa Terdampak Kekeringan, Antisipasi El Nino hingga 2027

Oktober 20, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC