BANYUMAS,- Bupati Banyumas Ir H Achmad Husein, memberikan santunan kepada lima dari enam korban meninggal dari penyelenggara Pemilu Serentak di Banyumas.
“Semua korban meninggal yang terdata di KPU akan menerima santunan,” kata Achmad Husein, Selasa (30/04/2019). Kelima orang yang memperoleh santunan tersebut yakni Slamet (Linmas TPS 09 Kelurahan Kober), Siswadi Wartim (Linmas TPS 12 Kelurahan
Bancarkembar), Sunaryo (Ketua KPPS TPS 17 Desa Bojongsari), Sopiah (KPPS TPS 09 Desa Banjarsari Kidul) dan Sudiran (Linmas TPS Desa Cikakak).
Bantuan yang diberikan Bupati Husein kepada kelima ahli waris masing-masing berupa uang tunai Rp 2,5 juta (bersumber dari Baznas Kabupaten Banyumas) dan paket sembako senilai Rp 750 ribu (dari PMI).
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyumas, Imam Arif Setiyadi, menjelaskan hingga saat ini korban meninggal dunia menjadi enam dari sebelumnya empat orang.
“Keenam korban meninggal tiga anggoto KPPS dan tiga anggota Linmas,” kata Imam.
Mereka yang meninggal Sopiah, anggota KPPS Desa Banjarsari Kidul Sokaraja, Sudiran anggota Linmas Desa Cikakak, Slamet anggota Linmas Kelurah Kober, Purwokerto Barat, Sunaryo Ketua KPPS Desa Bojongsari, Kembaran, Warkim anggota Linmas Kelurahan Bancarkembar, Purwokerto Utara.
“Dan yang meninggal dunia, hari Minggu
(28/04/2019) Darsito anggota KPPS 15 Desa
Cihonje Kecamatan Gumelar. Sebelum meninggal, sempat dirawat di rumah sekit setelah menjalankan tugas di TPS,” katanya.
Menurutnya, Darsito yang juga merupakan guru SD ini, meninggal Minggu (28/04/2019) dinihari di RSUD Banyumas, setelah sebelumnya dirawat di RS Wiradadi Keluarga sebelum dirujuk ke RSUD tersebut.
”Almarhum sempat menjalankan tugas di TPS hingga proses pemungutan suara selesai. Namun saat proses penghitungan suara dilakukan, almarhum mengaku merasa tidak enak badan hingga mengajukan izin pulang untuk istirahat,” ungkap Imam.
Kemudian pada keeseokan harinya, almarhum merasa kondisi kesehatannya makin menurun sehingga akhirnya dirawat di rumah sakit. Imam menyebutkan, hingga saat ini masih ada sejumlah penyelenggara pemilu yang dirawat di RS, sebanyak 26 orang. “Semoga semuanya diberi kesembuhan,” pintanya.
Dari enam korban enam penyelenggara pemilu meninggal, baru tiga ahli warisnya yang mendapat santunan dari Pemprov Jawa Tengah.
“Kami melaporkan ke KPU Pusat agar pada korban semuanya mendapat santunan,” jelas Imam. Dihubungi terpisah Koordinator Divisi pengawasan, Humas dan Hubungan Antralembaga, Bawaslu Banyumas Yon daryono menjelaskan, sampai saat ini ada lima anggotanya yang mengalami sakit, dan dirawat sejumlah RS akibat kelelahan, bahkan ada yang keguguran. Kelima yang sakit itu, empat di antaranya merupakan pengawas TPS, satu dari PPD.
Tris












