Bandung,-Dansat Brimob Kombes Pol. Yuri Karsono, S.I.K., mengawal kembali aksi mahasiswa dari berbagai Universitas/Sekolah Tinggi dalam pelaksanaan unjuk rasa di depan Gedung Sate Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/04/2022). Tujuan unjuk rasa kali ini sama dengan pelaksanaan senin kemarin yaitu menolak penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden semakin.
Mahasiswa menilai wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden semakin nyata. Elit politik mencoba berbagai upaya untuk mewujudkan rencana yang bertentangan dengan konstitusi.
Keluarga Mahasiswa juga mengutuk segala upaya penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden sebagai bentuk pembangkangan terhadap konstitusi dan semangat reformasi. Mahasiswa mendesak elemen eksekutif, legislatif, dan yudikatif untuk menjunjung tinggi dan mentaati aturan tentang pemilu dan masa jabatan presiden sebagaimana dalam konstitusi yang berlaku saat ini.
Wakapolda Jabar Brigjen Pol Bariza Zulfi, S.I.K mengatakan kepada media, “Karena ini kegiatan (lanjutan hari senin kemarin) adek-adek mahasiswa, mereka penerus bangsa, menunjukkan bahwa kita akan melayani dan mengamankan mereka, yang penting tidak ada pihak lain yang menyusup untuk mengacaukan situasi. Oleh karena itu, tidak perlu kita menggunakan tongkat – tongkat untuk melaksanakan pengamanan. Kita layani dan amankan sebagai anak – anak kita sebagai generasi penerus bangsa,” tuturnya.
“Saya juga menghimbau kepada para mahasiswa agar melaksanakan aksinya dengan aman dan tenteram, sampaikan aspirasi dengan baik, kami selalu siap mengamankan pelaksanaan aksi unjuk rasa yang digelar oleh adik – adik,” tambahnya.
Sependapat dengan Wakapolda, Dansat Brimob Polda Jabar, Kombes Pol. Yuri Karsono, S.I.K., menambahkan bahwa Polda Jabar menyiapkan pasukan personel dari Polres/polresta, Dalmas dan Satbrimob untuk mengantisipasi hal – hal yang tidak diinginkan, pihaknya akan melakukan pengamanan dari awal hingga akhir aksi seperti senin lalu. Dia menegaskan personel akan mengedepankan langkah persuasif dalam mengamankan jalannya aksi.
“Polda Jabar tetap akan mengedepankan pola pendekatan persuasif dalam kegiatan unjuk rasa serta menghindari tindakan represif. Ini dilakukan dengan memaksimalkan fungsi Intelejen dalam mengukur potensi gangguan, termasuk deteksi dini ancaman gangguan Kamtibmas, Kami juga siagakan personel mulai dari negosiator Polwan jajaran Polsek setempat, Polres/Polresta, Dalmas dan Satuan Brimob Jabar untuk mengantisipasi terjadinya hal – hal yang tidak diinginkan, kami juga menghimbau agar pelaksanaan aksi unjuk rasa ini dilakukan dengan kondusif, supaya terciptanya Jawa Barat yang aman dan tenteram,” jelas Yuri Karsono.












