BANDUNG – Dansektor 21 Satgas Citarum Harum Kol. Inf. Yusep Sudrajat Kamis kemarin (27/2-2020) di Desa Buahbatu Kecamatan Bojongsoang mulai mengeruk sedimentasi di sungai Cidurian mengawalinya dengan do’a bersama.
Acara do’a bersama dihadiri segenap unsur masyarakat Desa Buahbatu, para pengusaha dan tampak pula anggota DPRD Kab. Bandung Praniko Imam Sagita, SH,MH, Dirut PT. Generasi Sinergi Prima Adriansyah Eka Saputra dan perwakilan BBWS Joko Dwi Priyono ST, MSi.
Setiap pekerjaan, katanya, hendaknya dimulai dengan do’a, permohonan kepada Allah SWT untuk keselamatan dan sukses pelaksanaan pekerjaan.
Menurut Kolonel Yusep, keputusan pengerukan sedimentasi sungai Cidurian ini yang panjang sekitar 3 km, lebar 15 meter dan kedalaman 4 meter ini merupakan hasil koordinasi
pada saat digelar pertemuan bersama masyarakat setempat di kantor Desa Buahbatu, kata Dansektor 21, semua elemen masyarakat mendukungnya.
Ini menunjukkan semangat masyarakat untuk minimal mengurangi bencana banjir akibat luapan Cidurian.
“Karena itu, katanya, Sektor 21 sorenya meminta alat berat yang saat itu digunakan di Citepus diangkut ke Cidurian. Sebab, di Citepus sudah “clear’ sedang di Cidurian sangat urgent.”
Untuk itu, ucap Dansektor, hari itu pula segera dilaksanakan pengerukan sedimentasi itu mengingat Desa ini dihuni oleh 1.000 kepala keluarga yang terdampak banjir.
Diperkirakan pengerukan sedimentasi sungai Cidurian akan selesai dalam waktu 3 atau 4 bulan.
Atas rasa syukur tersebut, saat itu juga warga masyarakat menyerahkan tumpeng kepada Kolonel Yusep.
Turut memberikan pendapatnya anggota DPRD Kab. Bandung yang siap memberikan laporan kepada Komisinya.
Sedang Joko Dwi Priyono dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jawa Barat berharap masyarakat memelihara hasil kerja Satgas Citarum Harum Sektor 21 yang mengeruk sedimentasi sungai Cidurian ini. *
Elly












