SUMEDANG,– Gerakan Solidaritas Kemanusiaan (GSK) 2026 yang diinisiasi Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumedang bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang digelar di Aula Tampomas, Kabupaten Sumedang, Jumat (2/10/2026).
Gerakan tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kepedulian dan empati masyarakat sekaligus mendorong partisipasi dalam membantu sesama.
Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menyampaikan bahwa GSK merupakan gerakan solidaritas kemanusiaan yang menjadi ikhtiar bersama untuk memberikan pelayanan dan membantu masyarakat dari sisi sosial tanpa harus menunggu proses administratif.
“Gerakan Solidaritas Kemanusiaan ini merupakan suatu pergerakan atau ikhtiar kami untuk bisa memberikan pelayanan dan membantu dari sisi sosial tanpa harus menunggu dari sisi administratif,” ujar Fajar usai memimpin rapat evaluasi GSK di Aula Tampomas, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, PMI Kabupaten Sumedang selama ini terus berupaya hadir dalam berbagai persoalan kemanusiaan. Hal tersebut di antaranya diwujudkan melalui bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu), bantuan air bersih pada musim kemarau, serta respons terhadap berbagai persoalan kesehatan melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
Fajar menambahkan, upaya pencegahan melalui edukasi menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. PMI Kabupaten Sumedang diharapkan terus aktif dan sigap dalam merespons berbagai persoalan maupun isu kesehatan yang berkembang di masyarakat.
Dalam pelaksanaan GSK 2026, Fajar juga mengajak seluruh SKPD, kecamatan, dan stakeholder untuk berpartisipasi aktif dalam memberikan bantuan. Dana yang dihimpun melalui gerakan tersebut ditargetkan mencapai Rp1 miliar hingga Rp1,5 miliar.
“Pada prinsipnya bantuan GSK ini adalah dari rakyat untuk rakyat, dari masyarakat Kabupaten Sumedang untuk kembali lagi kepada masyarakat Kabupaten Sumedang,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan bantuan yang dihimpun melalui GSK. Setiap bantuan yang diberikan maupun disalurkan harus tercatat dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan.
Fajar mengajak masyarakat yang memiliki rezeki lebih untuk turut berpartisipasi melalui GSK sebagai bentuk kepedulian dan amal untuk membantu sesama.
“GSK ini bukan pungli, ini adalah sarana untuk kita beramal. Apabila dari masyarakat ada yang dititipkan rezeki lebih oleh Allah SWT dan ingin menyumbang atau beramal, mangga bisa melalui Gerakan Solidaritas Kemanusiaan PMI,” tuturnya.
Fajar menyebutkan per tanggal 1 Oktober 2026, raalisasi dana GSK yang sudah terkumpul sebesar Rp. 211. 740. 400 atau sebesar 12,92 persen dari target sebesar Rp. 1. 638. 448. 000.
“Tentu capaian ini patut kita apresiasi, karena ada kontribusi dan kepedulian dari banyak pihak. Kontribusi terbesar masih berasal dari masyarakat umum, dengan realisasi sebesar Rp. 149. 254. 400,” terangnya.
Fajar menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PMI Kabupaten Sumedang, seluruh perangkat daerah, para camat dan lurah, dunia pendidikan, dunia usaha, serta seluruh masyarakat yang telah ikut berkontribusi dan mendukung Gerakan Solidaritas Kemanusiaan.
“Mudah-mudahan kepedulian yang sudah terbangun ini dapat terus kita jaga dan kita kuatkan, sehhingga semakin banyak pihak yang ikut mengambil bagian dalam membantu sesama,” pungkasnya. (hms/bon)












