CIMAHI – “Hitung saja sudah berapa lama Perpres No. 15 Tahun 2018 tentang ‘Revitalisasi DAS Citarum’ atau Percepatan Pengendalian Pencemaran Kerusakan DAS Citarum, resminya diimplementasikan pada 15 Maret 2018 hingga sekarang. Puluhan hingga seratus lebih aneka pabrik pencemar limbah kami tindak dan kami beri treatment agar- tidak lagi mencemari lingkungan”, papar Kol. Inf. Yusep Sudrajat Dan Sektor 21 Satgas Citarum Harum.
Ucapan di atas dikemukakannya pada Selasa, 1 Oktober 2019 sekitar pukul 14.00 wib bersama tim hariannya melakukan patroli sungai. Khususnya, tim ini diarahkan memantau dengan cermat pembuangan limbah atau outlet pada beberapa lokasi.
Siang itu yang disasar tim patroli Sektor 21 Satgas Citarum Harum mulai dari PT Ragam Jaya Utama (RJU) di Jl. Nanjung Kelurahan Utama Cimahi Selatan. “Hasilnya, air limbah berwarna bening, dan ikan koi serta ikan mas masih bertahan di bak out let”, jelas Yusep Sudrajat yang disaksikan oleh para pihak terkait seperti pemilik dan pimpinan bagian penanganan limbah di PT RJU, termasuk representasi dari pihak pemerintahan setempat seperti unsur Kecamatan dan Koramil.
Penelusuran selanjutnya masih di area Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan tim Sektor 21 Satgas Citarum Harum, secara berturut-turut memeriksa kondisi pembuangan air limbah di PT. Nisimbo, PT Suritex di Jl. Pahlawan, PT Dwi Mulya di Jl. Industri 2 , dan terakhir ke PT. Sinar Continental di Jl. Industri 2.
“Hasil pengecekan kami untuk semua pabrik yang diperiksa hari ini ditemukan air limbah berwarna bening. Secara kasat mata, ikan koi dan ikan mas masih hidup di bak outlet. Ini indikasi bila disalurkan ke DAS Citarum boleh dikata termasuk aman”, papar Yusep Sudrajat sambil menekankan kembali pada esensi Perpres No . 15 Tahun 2018 –“Disadari ini sedikitnya butuh 7 tahun sejak diterbitkan pada 2018. Namun upaya itu, nyaris 24 jam kami tempuh memeriksa keberadaan limbah di DAS Citarum bersama warga dan berbagai pihak secara terbuka”.
Sebagai prajurit pada akhir pemeriksaan pabrik dalam kaitan buangan limbah tadi, Yusep menyadari bahwa kerja besar ini, takkan bisa tercapai bila hanya dikerjakan secara sporadik: ”Artinya, semua kalangan yang merasa berkepentingan dengan pulihnya DAS Citarum, harus bergandeng tangan merevitalisasinya”, tutup Yusep Sudrajat yang esoknya akan melakukan hal yang sama di merata tempat meliputi Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Sumedang selain di Kota Cimahi seperti hari ini yang konsisten diimplementasikan bersama tim-nya.**
Elly












