MINAHASA, — Menanggapi beredarnya video yang dikaitkan dengan dunia pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Minahasa, Arthur Palilingan, memberikan klarifikasi sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan sehat bagi peserta didik.
Arthur mengapresiasi perhatian media terhadap isu pendidikan. Ia menegaskan, pihaknya tidak akan berspekulasi sebelum melakukan verifikasi fakta secara menyeluruh.
“Video yang beredar kami jadikan bahan klarifikasi dan evaluasi. Setiap laporan akan ditangani secara serius, objektif, dan transparan, dengan tetap mengutamakan perlindungan anak,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari pengaruh teknologi hingga dinamika sosial. Namun, hal tersebut bukan berarti kondisi pendidikan tidak sehat.
“Ini bukan soal pendidikan yang tidak sehat, tetapi bagaimana kita menjawab tantangan zaman dengan pendekatan yang lebih humanis dan kolaboratif,” jelasnya.
Terkait kekerasan dan perundungan (bullying), Dinas Pendidikan menegaskan tidak ada toleransi terhadap segala bentuk kekerasan di sekolah. Sejumlah langkah yang terus dilakukan antara lain:
Memastikan setiap sekolah menjalankan SOP penanganan kekerasan dan bullying
Memperkuat pendidikan karakter serta peran guru dan konselor (BK)
Mendorong keterlibatan orang tua dan masyarakat
Menangani kasus dengan pendekatan keadilan restoratif
“Kami ingin memastikan sekolah menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi setiap anak,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama menjaga ekosistem pendidikan yang positif.
“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi, kita bisa menciptakan lingkungan belajar yang sehat bagi generasi masa depan,” tutupnya. (Billy Ruaw)












