CILEUNYI – Perangkat kewilayahan di tingkat Kecamatan, Desa hingga tingkat Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT) diminta lebih proaktif dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada warga.
“Bapak dan ibu ujung tombak pemerintah. Segala sesuatu yang dilakukan sesuai dengan kewajiban kita,” ujarnya Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum Mayjen (Purn) Dedi Kusnadi Thamim di hadapan perangkat desa wilayah Kecamatan Cileunyi dalam kegiatan Edukasi PHBS yang digelar di Aula Desa Cileunyi Wetan, wilayah Satgas Citarum Harum Sektor 21 Subsektor 02 Kabupaten Bandung, Selasa (23/6).
Dijelaskan, jika hanya ada satu atau dua warga yang tidak menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, belum menjadi masalah. Yang bahaya, kalau sebagian besar warga mengabaikan perilaku hidup bersih dan sehat,. Akan muncul, selanjutnya, permasalahan dalam segi kesehatan dan berpotensi menimbulkan bencana.
“Lebih dari 60 persen permasalahan DAS Citarum akibat pencemaran sampah rumah tangga dan limbah domestik aktifitas masyarakat. Sebab sekitar 16 juta masyarakat tinggal di wilayah bantaran sungai atau DAS Citarum, ” tukas mantan Pangdam III/Siliwangi ini.
Sebagian besar warga di bantaran sungai, masih banyak belum memiliki tempat pembuangan yang memenuhi syarat.
“Kondisi ini menunjukan perilaku masyarakat kita masih ada di luar harapan sesuai kebersihan dan kesehatan,” ucapnya.
Melalui FGD PHBS, diharapkan peran aktif perangkat kewilayahan lebih ditingkatkan guna mendukung percepatan pengendalian dan pencemaran DAS Citarum.
Hal ini bisa dilakukan melalui penerapan pemilahan sampah, penyediaan tempat pengelolaan sampah skala lingkungan, pengolahan sampah skala kawasan (bantaran sungai Citarum) melalui TPST/TPS 3R, serta menyediakan lahan kosong yang bisa dimanfaatkan membangun Septictank Komunal (SPALDT).
“Ini menjadi pekerjaan rumah buat kita semua. Dari sekarang kita mulai menerapkan PHBS dari rumah masing-masing, lingkungan kerja. Memilah sampah, jangan buang ‘BAB’ ke sungai. Saya minta Pak RW dan Pak RT menjalankan dengan baik,” harapnya.
Terkait Renaksi Satgas Citarum Tahun 2020, Mayjen TNI (Purn) Dedi Kusnadi Thamim menyebutkan, anggarannya sebagian besar dialihkan menangani wabah pandemi Covid-19. Dari 100 persen anggaran menjadi 14 persen.
“Dengan 14 persen ini kita tetap akan menjalankan kegiatan penanganan citarum secara bertahap. Kita juga akan bekerjasama dengan (TNI) satgas sektor yang sudah bekerja sedemikian rupa dibantu warga,” tuturnya.
Walaupun anggaran dikurangi akibat pandemi Covid-19, itikad satgas akan tetap menjalankan tugas ini dengan sebaik baiknya, tetap beraktifitas dalam penanganan, minimal dengan melakukan edukasi kepada masyarakat.*
Elly











