• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, November 4, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Kini, Pikobar Muat Data Keterisian Rumah Sakit

Kini, Pikobar Muat Data Keterisian Rumah Sakit

red cyber by red cyber
April 27, 2021
in Featured, Pemerintahan
0
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG — Keterbukaan data keterisian rumah sakit rujukan COVID-19 merupakan salah satu upaya mempermudah masyarakat mengakses fasilitas pelayanan kesehatan. Data tersebut penting juga sebagai dasar penyusunan kebijakan kesehatan yang tepat sasaran.

Untuk merilis data keterisian rumah sakit, Pemda Provinsi Jawa Barat (Jabar) meluncurkan BOR (Bed Occupancy Rate) Dashboard Jabar dalam Pikobar (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar) secara virtual, Selasa (27/4/2021).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar Setiaji menuturkan, BOR Dashboard Jabar diluncurkan untuk memberikan informasi kepada publik mengenai keterisian tempat tidur di 380 rumah sakit di Jabar.

“Informasi ini (keterisian rumah sakit) dapat membantu penanganan COVID-19 di Jabar dan meningkatkan awareness terkait pandemi COVID-19 dari tingkat keterisian rumah sakit,” kata Setiaji.

Sumber data yang digunakan BOR Dashboard Jabar adalah data RS Online dari Kementerian Kesehatan yang disesuaikan dengan kategori Dinas Kesehatan Jabar. Data diperbarui secara harian (tidak realtime).

Baca juga :  Wujud Bhakti Brimob Peduli Covid-19, dari Himbauan Hingga Bantuan

Terdapat enam kategori tempat tidur (TT) dalam BOR Dashboard Jabar. Pertama adalah kategori hijau atau kategori tanpa gejala-gejala ringan. Kategori ini merupakan tempat isolasi tanpa tekanan negatif.

Kategori selanjutnya adalah kategori kuning atau gejala ringan-gejala sedang dengan isolasi tekanan negatif. Kemudian kategori merah atau gejala berat dengan ICU tekanan negatif dan ventilator. Selain itu, BOR Dashboard Jabar menampilkan data keterisian ruang intensif, IGD, dan ruang bersalin.

Data yang disajikan BOR Dashboard Jabar pun sangat spesifik. Selain menampilkan tingkat keterisian secara provinsi, BOR Dashboard Jabar menampilkan data per wilayah/zona maupun kabupaten/kota. Data keterisian setiap rumah sakit pun ditampilkan. Hal itu memudahkan masyarakat dalam melakukan pencarian.

“BOR Dashboard Jabar melengkapi data-data penanganan COVID-19 dalam Pikobar. Perkembangan penanganan COVID-19 perlu juga melihat keterisian tempat tidur di rumah sakit,” ucap Setiaji.

Setiaji mengatakan, akurasi data keterisian tempat tidur dipengaruhi pula oleh kedisiplinan rumah sakit dalam memperbarui data ke RS Online.

Baca juga :  Polisi di Kuningan Tingkatkan Patroli Cegah Aksi Kejahatan

“Data dari RS Online. Kami sudah mengintegrasikan, mengambil, dan mengolah data tersebut. Nanti, kuncinya adalah rekan-rekan dari rumah sakit yang meng-update data ini supaya dapat diakses masyarakat,” tuturnya.

Pernyataan senada dikatakan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar Dewi Sartika. Menurutnya, BOR Dashboard Jabar dapat menjadi sumber terpecaya apabila rumah sakit konsisten dan berkomitmen memberikan data terbaru soal keterisian tempat tidur.

“Kami merasa yakin dengan mengakses keterisian tempat tidur betul-betul tidak bisa dikerjakan oleh IT, tapi SDM yang berada di rumah sakit yang secara berpengetahuan, berkompetensi, dan bertanggungjawab memberikan data terbaik,” ucap Dewi.

Dewi menyatakan, BOR Dashboard Jabar ini menjadi bukti transparansi dalam penanganan pandemi COVID-19. Selain itu, masyarakat pun dapat lebih mudah mengakses fasilitas pelayanan kesehatan.

“Komunikasi pemerintah dengan petugas layanan kesehatan dan masyarakat dapat tersambung dengan baik melalui BOR Dashboard Jabar ini,” katanya. **

 

Previous Post

Stop Mudik, Stop Kemunculan Klaster Baru

Next Post

Gubernur Ridwan Kamil Luncurkan Agrowisata Cianjur Cipendawa dan Cikanyere

BeritaTerkait

Featured

Perkuat Kolaborasi Asean-Korea, Kabupaten Sumedang Tampil di Forum Internasional WINIT 2026

November 3, 2026
Featured

Wabup Fajar Paparkan Digitasi Hingga Desa pada Monev KI Jabar

November 3, 2026
Featured

Wabup Sumedang Turun Langsung, 700 Personel Bersihkan Sungai di Jatinangor

November 3, 2026
Featured

PWI Half Marathon 2026 Jadi Rangkaian Kick Off HPN Lampung

November 3, 2026
Featured

1.185 Unit PJU Telah Terpasang di Priangan Timur

November 3, 2026
Featured

500 Mahasiswa Unpad Manfaatkan Geoteater Rancakalong Sebagai Ruang Belajar

November 2, 2026
Next Post

Gubernur Ridwan Kamil Luncurkan Agrowisata Cianjur Cipendawa dan Cikanyere

No Result
View All Result

Berita Terkini

Perkuat Kolaborasi Asean-Korea, Kabupaten Sumedang Tampil di Forum Internasional WINIT 2026

November 3, 2026

Wabup Fajar Paparkan Digitasi Hingga Desa pada Monev KI Jabar

November 3, 2026

Wabup Sumedang Turun Langsung, 700 Personel Bersihkan Sungai di Jatinangor

November 3, 2026

PWI Half Marathon 2026 Jadi Rangkaian Kick Off HPN Lampung

November 3, 2026

1.185 Unit PJU Telah Terpasang di Priangan Timur

November 3, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC