• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, April 29, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Komisi IV DPRD Dorong Optimalisasi Tata Naskah Dokumen Akreditasi

Komisi IV DPRD Dorong Optimalisasi Tata Naskah Dokumen Akreditasi

red cyber by red cyber
April 29, 2026
in Featured, PARLEMEN
0
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung H. Iman Lestariyono, S.Si., S.H., menjadi narasumber Optimalisasi Tata Naskah Pendokumentasian Akreditasi di Era Integrasi Layanan Primer, di Hotel Holiday Inn Bandung, Selasa, 28 April 2026. Foto (Humpro DPRD Kota Bandung).

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung H. Iman Lestariyono, S.Si., S.H., menjadi narasumber Optimalisasi Tata Naskah Pendokumentasian Akreditasi di Era Integrasi Layanan Primer, di Hotel Holiday Inn Bandung, Selasa, 28 April 2026. Foto (Humpro DPRD Kota Bandung).

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG,- Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung H. Iman Lestariyono, mendorong optimalisasi tata naskah dalam pendokumentasian akreditasi ini demi meningkatkan kualitas layanan puskesmas. Kecermatan dalam ketatakelolaan naskah administrasi ini menjadi bagian awal menuju layanan kesehatan yang paripurna.

Tata naskah ini terkait dengan peningkatan mutu layanan dari puskesmas. Karena yang dikumpulkan (peserta) tadi para puskesmas, memahami tata naskah ini di lapangan belum terstandarisasi secara umum, secara keseluruhan,” tutur Iman, saat menjadi narasumber Optimalisasi Tata Naskah Pendokumentasian Akreditasi di Era Integrasi Layanan Primer, di Hotel Holiday Inn Bandung, Selasa, (28/4/ 2026).

Menurut Iman, tantangan dalam ketatakelolaan naskah akreditasi ini yakni bagaimana unit-unit pelayanan menafsirkan regulasi dan menghindari maladministrasi.

“Nah ini yang dikumpulkan tadi klaster satu. Mereka lebih kepada tata usaha, legal drafting, SDM, manajemen, gitu. Yang backbone-nya dari klaster 2, 3, 4, yang tidak langsung terkait dengan klinis medisnya gitu. Tapi justru mereka ini yang kadang-kadang dibenturkan dengan berbagai macam aplikasi sehingga double job yang mereka lakukan. Ini ukurannya yang terlihat nanti akreditasi. Akreditasinya naik apa enggak,” ujarnya.

Baca juga :  Persoalan PKL dan Lalulintas di Kota Bandung Masih Menjadi PR

Selain itu, para peserta juga diberi arahan agar mampu memahami dan menerapkan regulasi yang sudah disiapkan, mulai dari peraturan wali kota hingga peraturan tertinggi yang sudah diberlakukan.

Integrasi

Dalam presentasinya di hadapan peserta, Iman juga menitipkan optimalisasi sistem yang terintegrasi dengan satuan kerja perangkat daerah lain maupun elemen masyarakat yang ada di Kota Bandung.

Tujuannya agar masyarakat punya kesempatan untuk mendapatkan layanan yang sehat, kesehatan yang berkeadilan, dan mendapatkan pelayanan yang tidak sekadar berbasis penyakit.

“Kalau dulu kan penyakit, kalau sekarang itu siklus hidup. Jadi dilayani dari mulai ibu hamilnya, balitanya, remaja dewasanya, sampai ke lansianya. Nah, karena makin kompleks parameternya, maka mau tidak mau basis naskah dinas ini juga harus rapi. Kalau terjadi kasus hukum yang menjadi evidence-base-nya (berbasis bukti) itu adalah dari administrasi, di antaranya,” katanya.

Yang paling penting, lanjut Iman, optimalisasi tata kelola pelayanan kesehatan ini mampu membuat seluruh masyarakat Kota Bandung terlayani. Sebagai kebutuhan layanan wajib dasar, jangan sampai ada satu orang pun warga Kota Bandung yang tidak menerima layanan kesehatan.

Baca juga :  Cegah Penyebaran Covid-19, Personil Brimob Polda Jabar Bersama TNI Satwil Gencar Ops Yustisi

Layanan ini juga berjenjang, bukan hanya bertumpu di puskesmas. Ada peran posyandu dengan semangat promosi layanan primernya. Kemudian intervensi primer, dari kondisi sehat sudah mulai diperhatikan. Sedangkan intervensi sekunder mendeteksi sedini mungkin agar penyakitnya tidak menjadi lebih parah.

Intervensi primer juga melibatkan lingkungan sekitar. Jadi urusan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan privat sektor dan pemberdayaan masyarakat.

“Makanya tadi disebut ada posyandu yang dibebani dengan para kader itu dengan 6 SPM (Standar Pelayanan Minimal). Memang keroyokan dari Dinsosnya ada, dari Dinkesnya ada, dari urusan lingkungannya juga ada, perumahannya juga ada. Harapannya dengan kebijakan itu, yang pertama harus diperhatikan kesejahteraan para nakes, para relawan kader posyandu, PKK, di lapangan, dan yang ketiga masyarakat juga semakin tersehatkan,” ujar Iman.**

Tags: dprd kota bandungKomisi IV
Previous Post

BRI Ciamis Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Kurang Mampu, Wujud Kepedulian Sosial

BeritaTerkait

Ekonomi

BRI Ciamis Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Kurang Mampu, Wujud Kepedulian Sosial

April 28, 2026
Featured

Survei Teropong Daerah Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Sektor Infrastruktur Capai Angka 80,8 Persen

April 28, 2026
Featured

Hadapi Hari Raya Iduladha 2026, DKPP Kota Bandung Siapkan 184 Petugas Periksa Hewan Kurban

April 28, 2026
Featured

Hati-Hati Parkir Liar di Pusat Kota, Dishub Kota Bandung Berlakukan Tilang Melalui ETLE

April 27, 2026
Featured

Program “Sasapu Bandung” Diperluas, Camat dan lurah Wajib Turun Langsung ke Lapangan

April 27, 2026
Featured

Rapat Paripurna DPRD, Bupati Sumedang Siapkan Langkah Konkret bagi Masyarakat

April 27, 2026
No Result
View All Result

Berita Terkini

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung H. Iman Lestariyono, S.Si., S.H., menjadi narasumber Optimalisasi Tata Naskah Pendokumentasian Akreditasi di Era Integrasi Layanan Primer, di Hotel Holiday Inn Bandung, Selasa, 28 April 2026. Foto (Humpro DPRD Kota Bandung).

Komisi IV DPRD Dorong Optimalisasi Tata Naskah Dokumen Akreditasi

April 29, 2026

BRI Ciamis Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Kurang Mampu, Wujud Kepedulian Sosial

April 28, 2026

Survei Teropong Daerah Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Sektor Infrastruktur Capai Angka 80,8 Persen

April 28, 2026

Hadapi Hari Raya Iduladha 2026, DKPP Kota Bandung Siapkan 184 Petugas Periksa Hewan Kurban

April 28, 2026

Hati-Hati Parkir Liar di Pusat Kota, Dishub Kota Bandung Berlakukan Tilang Melalui ETLE

April 27, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC