• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Kamis, Oktober 22, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Komisi V DPRD Jabar Minta KBM Daring Dievaluasi

Komisi V DPRD Jabar Minta KBM Daring Dievaluasi

red cyber by red cyber
Juli 22, 2020
in Featured, Pendidikan
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG,– Penerapan kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam jaringan (daring) di masa pandemi COVID-19 mulai dikeluhkan orang tua siswa.

Anggota Komisi V DPRD Jabar, Dadan Hidayatullah menyatakan, keluhan orang tua siswa harus menjadi bahan acuan untuk mengevaluasi KBM daring. Menurut dia, banyak orang tua siswa yang tak mampu menerjemahkan bahan ajar kepada anaknya, termasuk kesulitan membagi waktu antara bekerja dan membimbing anaknya.

Diakui Dadan, KBM daring dalam dunia pendidikan di Indonesia merupakan hal yang sangat baru. Alhasil, guru yang biasanya mengajar dengan tatap muka harus mengeksplore kemampuan dan keterampilannya dalam merancang KBM daring, sedangkan siswa harus beradaptasi dengan belajar tanpa bertemu dengan guru.

“Dari hasil pengamatan saat ini, pembelajaran daring masih terfokus pada pengembangan pembelajaran pada ranah pengetahuan (kognitif) sementara ranah pengembangan sikap (afektif) dan keterampilan belum bisa dikembangkan secara efektif,” ujar Dadan di Bandung, Rabu (22/7/2020).

Dia mencontohkan, dalam pembelajaran IPA, siswa perlu dilatih agar terampil menggunakan alat, misalnya mikroskop atau alat lainnya. Menurutnya, hal itu belum dapat difasilitasi dalam KBM daring.

Baca juga :  Bupati Andi Rudi Latif Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila dan Buka Gebyar Pajak Kendaraan Bermotor

Selain itu, kata Dadan, KBM daring juga memiliki keterbatasan dalam hal pengguna. Menurutnya, KBM daring belum efektif diterapkan pada siswa jenjang pendidikan dasar, seperti anak usia dini, TK, dan SD kelas rendah (kelas 1-3).

“Tidak hanya itu, jika dilihat dari aspek ekonomi, tidak semua orang tua memiliki kemampuan untuk membeli dan menyediakan perangkat untuk anaknya dalam belajar, apalagi dalam kondisi pandemi yang sebagian besar orang tua mengalami penurunan pendapatan/penghasilan bahkan ada yang dirumahkan,” paparnya.

Meskipun menilai KBM daring sebagai cara terbaik dan aman dalam proses pendidikan di tengah pandemi, namun Dadan menilai, harus dilakukan pengkajian ulang jika KBM daring akan diterapkan dalam jangka waktu yang lama.

“Seberapapun canggihnya teknologi, namun dalam proses pendidikan kehadiran dan sentuhan guru masih sangat diperlukan, terutama dalam mengembangkan ranah sikap dan keterampilan siswa agar proses pendidikan dapat berjalan secara utuh,” pungkasnya.

Baca juga :  Baznas Kota Bandung Berikan Bantuan 30 Mushaf Al-Qur’an

Sementara itu, salah seorang wali murid Desri (29) mengakui bahwa dirinya tidak mampu membantu anaknya yang kini duduk di kelas 1 SD karena keterbatasan bahan ajar. Terlebih, dia pun kesulitan membagi waktu antara bekerja dan membimbing anaknya.

“Saya sangat berharap sekolah kembali dibuka. Pasalnya, anak akan lebih pas jika belajar didampingi gurunya daripada orang tua,” jelas karyawati swasta ini.

Hal senada diungkapkan Udah (30), wali murid lainnya. Dia juga meminta sekolah kembali dibuka karena dia tak bisa mengajarkan membaca anaknya yang saat ini duduk di kelas 1 SD.

“Saya berharap berharap sekolah dibuka dengan penerapan protokol pencegahan COVID-19 yang ketat. Jika perlu, lakukan swab berkala kepada guru-guru di sekolah. Jujur, kami kewalahan dalam penerapan belajar daring ini di rumah,” ungkapnya. ***

Previous Post

Dewan Minta Pemprov Awasi Harga Bahan Pokok di Massa AKB

Next Post

Telan Biaya Rp40 M Lebih, Revitalisasi Situ Ciburuy Harus Bermanfaat bagi Masyarakat

BeritaTerkait

Ekonomi

Ringankan Beban Warga Kurang Mampu, BRI Peduli Fasilitasi Ambulans Gratis di Kabupaten Bandung

Oktober 21, 2026
Ekonomi

Buka Peluang Kemitraan bagi Komunitas, LinkAja Kembangkan Beyond the Wallet

Oktober 21, 2026
Willem Frans Ansanay
Featured

Catatan Penting Ketum BaraJP untuk Dua Program Prabowo-Gibran

Oktober 20, 2026
Featured

Lewat Subuh Berjamaah, Wabup Sumedang Ajak Kuatkan Ukhuwah dan Akidah

Oktober 20, 2026
Featured

Pemda Sumedang Matangkan Penertiban 5.100 KJA Liar di Waduk Jatigede

Oktober 20, 2026
Featured

DPRD Pangandaran Desak Pemda Siapkan Tandon Air di Setiap Desa Terdampak Kekeringan, Antisipasi El Nino hingga 2027

Oktober 20, 2026
Next Post

Telan Biaya Rp40 M Lebih, Revitalisasi Situ Ciburuy Harus Bermanfaat bagi Masyarakat

No Result
View All Result

Berita Terkini

Tembus 11.000 Paket, Pangdam Siliwangi dan Mitra Sosial Perluas Bantuan untuk Warga

Oktober 21, 2026

Pangdam III/Siliwangi Dorong Kemandirian Ekonomi Desa, KDMP Pasawahan Tuntas Dibangun

Oktober 21, 2026

Ringankan Beban Warga Kurang Mampu, BRI Peduli Fasilitasi Ambulans Gratis di Kabupaten Bandung

Oktober 21, 2026

Buka Peluang Kemitraan bagi Komunitas, LinkAja Kembangkan Beyond the Wallet

Oktober 21, 2026
Willem Frans Ansanay

Catatan Penting Ketum BaraJP untuk Dua Program Prabowo-Gibran

Oktober 20, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC