BANDUNG – bank bjb kembali mencatatkan minat tinggi dari pasar. Penerbitan Sustainability Bond Tahap II 2026 diserbu investor dengan total permintaan mencapai Rp932,4 miliar saat masa bookbuilding.
Capaian ini mempertegas kuatnya kepercayaan investor terhadap kinerja bank bjb, sekaligus meningkatnya minat pada instrumen investasi berbasis keberlanjutan.
Obligasi ini merupakan bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) senilai Rp2 triliun. Sebelumnya, pada tahap pertama tahun 2024, instrumen serupa bahkan mengalami kelebihan permintaan hingga 4,66 kali dari target awal.
Pada tahap kedua ini, bank bjb menawarkan dua seri obligasi. Seri A bertenor 3 tahun dengan indikasi kupon 5,45–6,05 persen, sementara Seri B bertenor 5 tahun dengan kisaran kupon 5,70–6,30 persen.
Dari sisi risiko, obligasi ini mengantongi peringkat idAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia yang mencerminkan kemampuan sangat kuat dalam memenuhi kewajiban finansial jangka panjang.
Tak hanya itu, kerangka sustainability bond juga telah memperoleh validasi dari SDGs Hub Universitas Indonesia sebagai instrumen yang memenuhi prinsip keberlanjutan.
Dalam proses penerbitan, bank bjb menggandeng sejumlah penjamin emisi seperti PT Mandiri Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, hingga PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Obligasi ini akan melantai di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh dana hasil penerbitan akan difokuskan untuk pembiayaan proyek ramah lingkungan dan sosial, termasuk energi terbarukan, UMKM, dan sektor sosial lainnya sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.
Hingga akhir 2025, portofolio pembiayaan berkelanjutan bank bjb telah mencapai Rp14,3 triliun. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa strategi ESG mulai menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis perseroan.
Di sisi lain, bank bjb juga mulai agresif dalam agenda penurunan emisi, termasuk keterlibatan di Bursa Karbon Indonesia dan pelaksanaan Climate Risk Stress Test (CRST).
Langkah ini menegaskan posisi bank bjb sebagai salah satu pemain yang serius menggarap pembiayaan hijau di Indonesia.
Sebagai informasi, bank bjb berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia serta dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan.












