SUMEDANG,- Sejumlah pohon di kawasan Jln. Soekarno-Hatta, Jatinangor, Sumedang telah lapuk dimakan usia dan keropos. Pohon tersebut berpotensi membahayakan keselamatan jiwa, sehingga terpaksa ditebang Pemerintah Desa Hegarmanah dibantu aparat kepolisian dan TNI. Bahkan, Danramil Jatinangor Kapten Rudhy P memanjat langsung ke atas pohon guna membantu proses penebangan, Kamis (10/1/2019).
Kepala Desa Hegarmanah, Dede Sumitra mengatakan, ada tiga pohon besar ditebang lantaran khawatir tumbang dan membahayakan pengguna jalan.
“Pohonnya lumayan besar, jadi harus menggunakan gergaji mesin. Agar tidak mengenai penggunaan jalan, polisi mengatur arus lalu lintas dengan cara tutup buka,” kata Dede.
Menurut dia, memasuki musim penghujan, pohon tumbang akibat angin kencang bisa terjadi sewaktu-waktu. Sehingga pencegahan lebih baik daripada sudah terjadi.
“Secara keseluruhan memang pohonnya masih muda, jadi kami pilih pohon yang sudah dianggap tua dan rawan tumbang. Berharap tidak terjadi apa-apa dan pengguna jalan bisa tenang melintas ke sini,” tandasnya.

Sementara itu, Dedeng Saepurohman dari tim relawan penanggulangan bencana Jatinangor mengatakan, penebangan itu untuk mengantisipasi adanya pohon tumbang yang tersapu angin dan hujan deras.
Sebab, kata Dedeng, informasi dari BPBD, bahwa Sumedang terbilang rawan bencana pohon tumbang terutama memasuki musim penghujan.
“Ya salah satunya pohon di pinggir jalan Ir Soekarno Desa Hegarmanah. Selain di Cadaspangeran dan wilayah Tomo,” katanya.
Dedeng menambahkan beberapa hari yang lalu, Jatinangor dilanda angin kencang. Sehingga pohon-pohon bertumbangan. Sehingga penebangan pohon keropos ini sebagai antisipasi jika ada angin susulan.
“Yang dilibatkan dalam penebangan pohon itu Muspika Jatinangor, Jercy, pemerintah Desa Hegarmanah, dan warga sekitar. Alhamdulillah respon masyarakat sangat bagus terbukti semuanya ikut ke jalan. Kami juga dibantu aparat kepolisian untuk mengatur arus lalu lintas,” tandasnya.
Abas












