SUMEDANG,– Dalam rangka menghadapi pertandingan bergengsi, Pekan Olah Raga Nasional (PON) ke XX di Papua Oktober 2020 nanti, pebalap motocross asal Pemprov Jabar menggelar latihan perdananya di sirkuit Cambora (Pordasi), Desa Raharja, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Minggu (16/2/2020).
Ditemui di lokasi latihan, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Barat, Fachruzar Sarman menyebutkan, Sirkuit Cambora terpilih menjadi tempat pemusatan latihan daerah (Pelatda) cabang olahraga balap motocrosslantaran dekat dengan Kota Bandung serta secara teknis kontur lapanganya bagus.
“Sirkuit Cambora kondisinya oke untuk latihan. iklim dan suasananya sejuk. Selain itu, di sini Handicapnya (gundukan tanah sebagai rintangan, red) juga banyak, sehingga skill untuk melintasi handycap akan teruji saat tanding nanti. Secara teknis lapangan buat latihan, tempat ini cocok,” katanya.
Fachruzar menuturkan, setelah PON di Papua, Sirkuit Cambora nantinya akan dijadikan homebas atau tuan rumah motocross Jabar Open.
“Hari ini kegiatan latihan perdana untuk Cabor motocross. Pada Maret mendatang kita akan undang stakeholder yang ada di Pemkab Sumedang untuk datang ke lokasi latihan ini. Bagaimana pun Sumedang menyumbangkan dua atlet di cabor motocross, yaitu Iwan Hermawan yang sekaligus coach dan Aldi,” katanya.
Kabupaten Sumedang, tambah Fachruzar, sangat berpotensi dalam melahirkan bibit atlet roda dua, khsusnya motocross.
“Selain gestrex, peminat motocross juga banyak. Sehingga wajar bila Pemda Sumedang menyuport dan mendukung otomotif di Sumedang mulai dari atlet hingga sarana dan prasarananya,” ucapnya.
Sementara itu pelatih cabor motocross, Iwan Hermawan mengatakan, suatu kebanggan Sumedang menjadi pusat Pelatda Cabor Motocross di ajang PON ke XX ini.
“Kita ketahui, banyak atlet lain di luar Sumedang yang akan datang ke Sumedang. Mulai atlet, manager, crew yang secara langsung bisa memperkalenalkan Sumedang ke wisatawan lokal. Apalagi jika di Sumedang ada kejuaraan motocross nasional, tentu atlet dari berbagai pelosok nusantara akan datang ke Sumedang. Secara langsung Sumedang lebih dikenal karena pariwisata, kebudayaan dan potensi lainnya,” katanya.
Pria yang kerap menggunakan papan nomor 26 dalam tunggangan kuda besinya itu menuturkan, untuk atlet yang akan bertanding di PON XX Papua akan diambil enam atlet setelah proses latihan dan seleksi.
“Pebalap yang latihan hari ini ada delapan atlet, namun nanti yang akan diikutsertakan ke PON hanya enam,” jelasnya.
Di tempat sama, Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Sumedang, Adi Aprian Nugraha atau Dede Mulyadi sangat mengapresiasi dan mendukung adanya sirkuit di Sumedang, salah satunya di Kecamatan Tanjungsari. Sebab, kata dia, Tanjungsari merupakan gudangnya penghasil atlet motocross, baik tingkat nasional maupun internasional.
“Ya dengan dijadikannya Sirkuit Cambora Desa Raharja Kecamatan Tanjungsari yang merupakan lahan milik Pemprov Jabar, mudah-mudahan ini menjadi awal bangkitnya dunia otomotif di Sumedang, sekaligus akan memancing lahirnya bibit baru atlet motor cross,” kata pria yang juga besar sebagai pebalap motocross professional itu.
Adi menambahkan, untuk mewujudkan itu, Pemda Sumedang harus konsen mendukung adanya sirkuit motocross di Sumedang, termasuk pembinaan kepada atlet motocross, baik yang telah dan akan membawa harum nama Sumedang.
“Mudah-mudahan Pemda Sumedang memberikan dorongan, dukungan adanya lapangan sirkuit Pemda Sumedang setaraf nasional,” ujarnya.
Anggota DPRD yang membidangi olahraga, pemuda, dan budaya ini pun akan fokus memperjuangkan olahraga dan budaya Sumedang. Salah satunya mendukung pembangunan sirkuit motocross taraf nasional di Tanjungsari Sumedang.
“Untuk langkah awal, saya mengharapkan pak bupati atau wakil bupati bisa hadir di acara latihan motocross untuk menyaksikan atlet asal Sumedang yang akan bertanding di PON Papua,” tandasnya. [Abas]












