TANAH BUMBU, – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) terus memperkuat tata kelola pemerintahan melalui penerapan manajemen risiko yang terintegrasi. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui peluncuran Aplikasi Mantap Risiko yang dirangkaikan dengan kegiatan Coaching Clinic dan Evaluasi Proses Risiko.
Kegiatan yang diselenggarakan Inspektorat Daerah Kabupaten Tanah Bumbu tersebut berlangsung di Ruang Rapat Mahligai Iman Lantai 3, Kamis (05/11/2026).
Peluncuran aplikasi dibuka secara resmi oleh Bupati Tanah Bumbu, H. Andi Rudi Latif, A.Md.T., S.H., M.M., melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Tanah Bumbu, Yulian Herawati, didampingi Inspektur Daerah, Edi Prasetia.
Dalam sambutannya, Sekda Yulian Herawati mengatakan Coaching Clinic dan peluncuran Aplikasi Mantap Risiko merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem manajemen risiko di lingkungan pemerintah daerah agar lebih terstruktur, terukur, dan komprehensif.
Menurutnya, pengelolaan risiko menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan, terutama untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat menghambat pelaksanaan program dan pencapaian target pembangunan.
“Pengelolaan risiko yang baik akan membantu kita untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan merespons berbagai risiko yang mungkin timbul dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik,” ujarnya.
Yulian mengungkapkan, setiap perencanaan yang disusun oleh organisasi pemerintahan tidak terlepas dari berbagai potensi risiko. Apabila tidak dikelola dengan baik, risiko tersebut dapat menghambat bahkan menyebabkan kegagalan dalam mencapai tujuan organisasi.
Karena itu, penerapan manajemen risiko harus menjadi bagian dari proses perencanaan hingga pelaksanaan program dan kegiatan pada setiap perangkat daerah.
Melalui kegiatan Coaching Clinic, Sekda berharap para peserta dapat memahami secara menyeluruh tata cara penyusunan register risiko, merancang rencana tindak pengendalian, serta menerapkan manajemen risiko secara efektif sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Dorong Optimalisasi SPIP Terintegrasi
Sementara itu, Sekretaris Inspektorat Daerah Kabupaten Tanah Bumbu, Ayatollah Chotim, selaku penyelenggara menjelaskan bahwa kegiatan Coaching Clinic Pengelolaan dan Evaluasi Proses Risiko serta peluncuran Aplikasi Mantap Risiko bertujuan mendukung penyusunan dan penerapan manajemen risiko pemerintah daerah.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pencapaian Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi di lingkungan Pemkab Tanah Bumbu.
Kehadiran Aplikasi Mantap Risiko diharapkan dapat mendukung proses pengelolaan risiko secara lebih sistematis, mulai dari identifikasi potensi risiko, analisis, evaluasi, hingga penyusunan langkah pengendalian.
Dengan dukungan aplikasi tersebut, setiap perangkat daerah diharapkan semakin mudah melakukan pemetaan dan pemantauan risiko terhadap program maupun kegiatan yang dilaksanakan.
Penerapan manajemen risiko juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat pengawasan internal, meningkatkan akuntabilitas kinerja, serta memastikan pelaksanaan program pemerintah berjalan sesuai perencanaan.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Tanah Bumbu berharap implementasi manajemen risiko semakin optimal di seluruh perangkat daerah.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pencapaian tujuan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Bumi Bersujud. (Ag)











