SUMEDANG,- Sejumlah peternak ayam kandang di Kabupaten Sumedang mengeluh lantaran harga jual ayam potong itu anjlok. Akibatnya, peternak mengaku merugi karena Harga Jual di kandang tak sebanding dengan harga pokok produksi.
H. Parjito, salah seorang peternak ayam asal Kampung Cibiuk, Kec. Sumedang Selatan menyebutkan, harga jual ayam di kandang biasanya diatas Rp20.000, namun kini oleh tengkulak hanya dihargai kisaran Rp 15.000 ukuran berat 2 kilo per ekor.
“Penurunan harga beli di kandang ini dirasakan peternak Gunturmekar , Tamengeluh dan lainnya. Kami mengeluh karena peternak rugi mengingat biaya produksi tak dapat tertutupi dengan harga tersebut,” ujarnya, Senin (25/2/2019)
Menurut dia, peternak harga doc atau day old chicken saja saat ini berkisar Rp7.500 hingga Rp8.000, ditambah biaya pakan Rp8.000.
“Jelas, harga beli tengkulak tidak bisa menutupi harga pokok produksi. Dan hitungan itu belum termasuk honor tenaga kerja dan operasional,” tambahnya.
Sementara itu berdasarkan informasi yang dihimpun, harga jual ayam potong di pasar saat ini berkisar Rp30.000 hingga Rp32.000.
Saat ini, tambah H. Parjito, peternak banyak menggunakan system blower di dalam kandang yang tentunya menambah biaya listrik.
“Bahkan, saya terpaksa menunda beternak untuk menunggu sampai harga jual ayam di kandan stabil,” katanya.
Peternak ayam lainnya, Asep Safrudin berharap, pemerintah untuk segera mencarikan solusi dan penyebab turunnya harga jual ayam di kandang, agar dapat kembali stabil. Sehingga, para peternak dapat mendapat keuntungan yang layak.
Abas










