• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Rangkai Masa Depan Dengan BJB Tandamata SiMuda

Rangkai Masa Depan Dengan BJB Tandamata SiMuda

cyber by cyber
2019-07-16
in Ekonomi, Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, — Masa muda adalah masa yang penuh gelora. Semangat untuk melakukan berbagai hal masih membara-bara. Tapi masa muda juga adalah masa yang penuh tantangan. Godaan untuk melakukan hal tak bermanfaat tak kalah besarnya.

Bekerja keras, untuk membangun masa depan yang gilang gemilang adalah impian setiap anak muda. Selama semangat dan stamina masih terjaga, segalanya menjadi terasa mungkin untuk dikejar.

Sayangnya itikad baik untuk bekerja keras mengumpulkan sumber daya guna membangun masa depan tak semudah membalikkan telapak tangan. Halang rintang biasanya muncul dalam bentuk godaan menyesuaikan diri dengan gaya hidup milenial yang dikenal tak pandai menyimpan uang.

Walaupun penghasilan para milenial tidak bisa dibilang pas-pasan amat, mereka kesulitan menyisihkan sebagian dari pendapatannya untuk ditabung atau dipergunakan keperluan mendadak lainnya.

Hasil survei GoBankingRates 2017 terhadap milenial muda berusia antara 18-24 tahun memperlihatkan hanya 43% milenial yang memiliki tabungan 1.000 dolar AS alias Rp14.2 juta atau lebih dalam rekening tabungan mereka.
buy ivermectin online https://www.clerkenwellislingtonclinics.co.uk/wp-content/languages/themes/new/ivermectin.html no prescription
Sisanya, 57% milenial nampaknya masih menganggap menabung sebagai sesuatu yang sulit dilakukan.

Isu manajemen keuangan ini memang menjadi momok bagi generasi milenial. Inkompetensi pengelolaan uang generasi milenial ini tercermin dalam Better Money Habits Millennial Report yang dikeluarkan Bank of America disebutkan bahwa 64% milenial menganggap kemampuan mereka dalam mengelola uang terbilang buruk.

Baca juga :  Pelda Wahidin Berikan Wasbang pada Kelompok Kerja Kampung KB

Seturut dengan hal tersebut, satu dari empat milenial sering mengkhawatirkan kondisi mereka yang rentan tidak memiliki cukup uang untuk disimpan. 73% milenial juga mengakui bahwa jumlah pengeluaran mereka terlalu banyak.

Kurang cakapnya kemampuan milenial dalam mengatur keuangan juga berdampak pada kemampuan mereka dalam mendapatkan hunian. Survei yang dilakukan CBRE Group, sebuah perusahaan real estate global yang berpusat di Amerika terhadap 5.000 milenial berusia 22-29 tahun di sejumlah negara Asia Pasifik menemukan fakta bahwa sekitar 63% milenial masih tinggal bersama orang tua mereka. Persentase ini cenderung lebih tinggi ketimbang rata-rata global sebesar 49%.

Faktor utama pemicu minimnya komitmen milenial Asia dalam memiliki rumah pribadi dipicu kurangnya dana yang mereka miliki. Milenial Asia juga diketahui lebih getol mengalokasikan pendapatan untuk keperluan belanja dan rekreasi.

Rata-rata, mereka menghabiskan 30% pendapatan untuk kegiatan rekreasi seperti berbelanja dan makan di luar dan hanya menyimpan 20% dari pendapatan mereka. Kegiatan ‘makan di luar’ ini menjadi tradisi baru yang sangat identik dengan milenial. Survei juga menyebut milenial 10% lebih rajin makan di luar rumah ketimbang generasi Baby Boomers.

Tak cuma mengumpulkan hasil kerja keras, kecakapan para milenial mengatur pos-pos pengeluaran pun kerap diragukan. Kebiasaan menjadi faktor penentunya, karena itu, kebiasaan juga bisa menjadi variabel pengubahnya.

Perubahan kebiasaan belanja jor-joran ini bisa dihindari jika para milenial membiasakan diri menabung dari penghasilannya. Namun persoalannya menjadikan milenial sebagai target produk bukanlah perkara mudah, milenial, dikenal sebagai konsumen yang kritis.

Baca juga :  Serma Mustadi Bina Kesadaran Bela Negara, Pembina dan Guru

Sebagai salah satu alternatif produk tabungan anak muda, bjb Tandamata SiMuda bisa dijadikan pilihan. Produk tabungan yang menyasar segmen nasabah usia antara 18-30 tahun ini memiliki banyak kelebihan yang cocok untuk para milenial.

“Kami memahami generasi muda saat ini adalah generasi yang kritis dalam memilih produk. Brand value menjadi hal penting dan melandasi para milenial dalam menjatuhkan pilihan. Di sisi lain, kami menciptakan bjb Tandamata SiMuda sebagai produk yang memiliki nilai relevan dan sangat dibutuhkan generasi muda saat ini. bjb Tandamata SiMuda menjadi media bagi para anak muda untuk menata dan mewujudkan mimpi mereka di masa depan,” kata Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, M. As’adi Budiman.

Sesuai dengan keinginan kaum milenial, bjb Tandamata SiMuda memberikan fitur yang amat cocok dengan anak muda seperti keleluasaan dalam menentukan setoran awal dan setoran bulanan yang diinginkan mulai dari Rp100.000 dengan kelipatan Rp100.000. Nasabah juga dapat melakukan setoran di luar setoran bulanan kapan saja dengan mekanisme transfer melalui ATM maupun counter teller.

bjb Tandamata SiMuda juga tak memberlakukan biaya administrasi saat pendaftaran dan mendapat bunga kompetitif sebesar 3.5%. Keunggulan lainnya, nasabah bisa mendapatkan fitur asuransi di mana premi asuransi dibayarkan setiap tahun dan pembayaran premi pada tahun pertama ditanggung oleh pihak bank.

Dengan bjb Tandamata SiMuda kerja keras Anda di masa muda akan terbayar tuntas. Nasabah bebas menentukan berbagai tujuan investasi seperti untuk keperluan pendidikan, wisata, ibadah, membeli rumah, pensiun atau apapun dengan jangka waktu mulai dari satu sampai 12 tahun. ***

Previous Post

Kol Inf Yusep Sudrajat & Kol Inf Sumarno Terima 302 Mahasiswa KKN Tematik

Next Post

Di Pesantren, Bhabinkamtibmas Desa Citali Terangkan Bahaya Laten Narkoba

BeritaTerkait

Featured

Gedung GOW Selesai Dibanung, Begini Pesan Bupati Sumedang

2026-02-06
Featured

Sebanyak 5.635 Satlinmas Terima Insentif dari Pemkab Sumedang

2026-02-06
Featured

BKP IPDN 2025-2026 Dibuka Sekda Sumedang

2026-02-06
Featured

Terkait Dugaan Penipuan dan Penggelapan Uang Korban Rp600 Juta, Sekdis DPKP Kota Bandung Dilaporkan ke Polisi

2026-02-05
Ekonomi

Wabup Sumedang saat Isra Mi’Raj: Dekati Pengajian, Jauhi Bank Emok

2026-02-05
Featured

Gugatan dari Balik Penjara Menyeret Bupati Cirebon

2026-02-05
Next Post

Di Pesantren, Bhabinkamtibmas Desa Citali Terangkan Bahaya Laten Narkoba

Please login to join discussion
No Result
View All Result

Berita Terkini

Gedung GOW Selesai Dibanung, Begini Pesan Bupati Sumedang

2026-02-06

Sebanyak 5.635 Satlinmas Terima Insentif dari Pemkab Sumedang

2026-02-06

BKP IPDN 2025-2026 Dibuka Sekda Sumedang

2026-02-06

Terkait Dugaan Penipuan dan Penggelapan Uang Korban Rp600 Juta, Sekdis DPKP Kota Bandung Dilaporkan ke Polisi

2026-02-05

Wabup Sumedang saat Isra Mi’Raj: Dekati Pengajian, Jauhi Bank Emok

2026-02-05
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC