PANGANDARAN, Madasari merupakan objek wisata pantai yang konon memiliki asal nama dan legenda rakyat. Pantai Madasari berada di Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran Jawa Barat. <TAG> Dadang Suganda
Menurut Kepala Desa (Kades) Masawah Ukan Suganda, kawasan Madasari konon merupakan hutan belantara yang menjadi tempat persembunyian jaman penjajahan Belanda.
Ukan menambahkan, nama daerah ini dulunya Madang Nyari yang artinya Madang makan dan Nyari artinya enak.
“Kalau diuraikan dua kalimat Madang dan Nyari memiliki arti makan enak,” ucap Ukan Suganda Jumat (15/10/2021), dilansir timeindonesia.
Dia mengatakan, seiring perkembangan waktu, hutan belantara Madang Nyari menjadi sebuah perkampungan yang dijadikan pemukiman warga. Kata Ukan, orang pertama yang membuka lahan hutan belantara jadi pemukiman warga adalah Daeng Danto.
“Daeng Danto merupakan seorang berdarah Suku Bugis yang mengembara dan singgah di Madang Nyari. Setelah ramai jadi pemukiman warga akhirnya mengubah nama Madang Nyari menjadi Madasari,” tutur Ukan.
Padanan kata Madasari memiliki arti dua kalimat yang disatukan yaitu Mada dan Sari. “Mada artinya makanan dan Sari artinya rasa, jadi artinya makanan yang memiliki rasa yang enak,” terang Ukan. Setelah menjadi nama Madasari, aktivitas warga setempat tidak terlepas dari melaut dan bercocok tanam.
Pantai Madasari memiliki 12 lokasi yang sering dikunjungi wisatawan di antaranya, Gedogan, Sodong Gede, Karang Segeh, Batu Leuit, Kalapa Satangkal, Pulau Manggar, Pulau Hawu-hawu, Panon Nyampay, Balekambang, Legok Bancet, Patuguran dan Legok Kalapa. Nama Madasari terkenal lantaran keindahan alam laut dan jadi tempat wisata.
Pengubahan nama dari Madang Nyari ke Madasari jadi representasi banyaknya wisatawan yang ingin berlibur dan bahkan hanya sekedar menikmati makan di lokasi Madasari.
“Setiap lokasi memiliki fungsi yang berbeda, namun ada beberapa tempat yang memiliki keterkaitan dengan tempat lainnya,” kata Ukan Suganda.**












