• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Survei LKPI: Elektabilitas Prabowo-Sandi Kalahkan Jokowi-Ma’ruf

Survei LKPI: Elektabilitas Prabowo-Sandi Kalahkan Jokowi-Ma’ruf

cyber by cyber
2019-04-05
in Nasional, Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA,-Pilpres 2019 diprediksi Joko  Widodo – Ma’ruf Amin kalah oleh Prabowo Subianto – Sandiaga Uno. Fakta itu terungkap dari hasil survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia  (LKPI) yang dilaksanakan dari tanggal 20 Maret hingga 3 April 2019.

“Tingkat Eletabilitas Pasangan Joko Widodo – Maruf Amin hanya berkisar  40,9 persen dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 58,1 persen dan tidak memilih 1 persen,” ujar Direktur Eksekutif LKPI, Tubagus Alvin dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Jumat (5/4/2019).

Penemuan hasil survey ini juga dipaparkan dalam jumpa pers dengan tema Menguji  Pilihan  Masyarakat Indonesia Terhadap Capres – Cawapres  Pada Pilpres 2019, Di Hotel Grand Alia Cikini, Jakarta, Jumat (5/3/2019).

Alvin mengatakan banyak faktor yang menyebabkan merosotnya tingkat keterpilihan Joko Widodo –Maruf Amin, diantaranya soal arah Negara dibawah kepemimpinan Jokowi.

Hasil survey LKPI kata Alvin, sebanyak 58,1 persen masyarakat berpendapat bahwa Negara Indonesia saat ini sedang berjalan kearah yang salah seperti tingginya tingkat Korupsi yang kian merajalela, mempermudah Masuknya tenaga kerja asing di Indonesia serta maraknya jual beli jabatan di Pemerintahan dari tingkat Desa sampai ke tingkat Pusat.

Baca juga :  Anggota DPRD Sumedang, Akur Serahkan Bantuan Aspirasi di Jatinangor

“Menurunnya tingkat pendapatan dan perekonomian Keluarga yang sangat dirasakan oleh Masyarakat Indonesia sebesar 85,5 % selama kurun waktu 4 tahun terakhir juga menjadi alasan masyarakat tidak percaya lagi dengan Jokowi,” tandasnya.

Tak hanya itu, kata dia, ketidakpuasan masyarakat dalam keadaan Negara saat ini di bawah kepemimpinan Joko Widodo  menyangkut berkembangnya ideologi khilafah yang sangat meningkat sehingga mengancam ideologi Pancasila dan suburnya politik identitas dalam kehidupan sosial Politik.

“Hal ini tercermin  dari temuan survey sebanyak 79,1 % sehingga mengakibatkan ketidakpuasan masyarakat mencapai 65,6 persen,” tuturnya.

Disisi lain, Alvin juga mengungkapkan sumber perolehan dana dalam melakukan survei kali ini. Karena, kata dia, sebelumnya belum ada lembaga survei yang menjelaskan dari mana dana penelitian didapat.

Baca juga :  Lepas Pasukan Perdamaian PBB, Ini Pesan Kapolri

“Yang pertama, dana didapat dari sumbangan donatur yang terdiri dari pengusaha-pengusaha yang tidak ingin disebutkan namanya. Kedua, dana dari LKPI sendiri,” katanya.

Menurutnya, para pengusaha menginginkan aurvei yang independen untuk menentukan kebijakan usahanya di tanah air.

“Ini juga penting bagi mereka untuk mengambil kebijakan terkait investasinya di Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, survei LKPI melibatkan 2426 responden dengan Margin of error dari ukuran sampel tersebut sebesar +/- 1.99 % pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden terpilih, diwawancarai lewat tatap  muka oleh surveyor yang telah dilatih.

Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 35% dari total sample oleh penyelia surveyor dengan kembali mendatangi responden terpilih (Yadi/Zis).

 

 

Previous Post

Dion Hardi (Caleg DPR RI): Partai Berkarya akan Bikin Indonesia Kembali Berjaya

Next Post

UMKM bank bjb Sokong Kemajuan Wirausaha

BeritaTerkait

Featured

Bio Farma Salurkan Bantuan Logistik dan Vaksinasi Tetanus Bagi Relawan serta Korban Bencana Tanah Longsor di Cisarua Bandung Barat

2026-02-02
Ketua Kantor Hukum Abri,  Aktivis dan Advokat H. Nur Kholis bersama Wasekjen DPP BaraJP
Featured

Arahan Jokowi dan Prabowo untuk Pemilu 2029

2026-02-01
Sekjen DPP BaraJP, Boy Nababan
Featured

Buah Reformasi, BaraJP Sebut Polri Harus Tetap di Bawah Presiden

2026-01-28
Featured

Wamen Dikdasmen RI Resmikan Revitalisasi Satuan Pendidikan dan USB Persis di Sumedang

2026-01-24
Pada Senin (19/1/2026), kader-kader BaraJP Sumatra Utara (Sumut) resmi bergabung PSI yang saat ini diketuai Kaesang Pangarep
Featured

Kader BaraJP Sumut Gabung PSI, Siap Raih Kemenangan di Pemilu 2029

2026-01-19
Featured

Harlah Ke-53 PPP, Bupati Dony: Jadikan Momentum Ini Sebagai Wahana Bercermin

2026-01-19
Next Post

UMKM bank bjb Sokong Kemajuan Wirausaha

Please login to join discussion
No Result
View All Result

Berita Terkini

Lapdu Tanpa Tindak Lanjut, Alarm Bahaya Penegakan Hukum di Kejati Jawa Barat

2026-02-03

Terkait Pengolahan Sampah, Wali Kota Bandung Siap Patuhi Kebijakan Menteri Lingkungan Hidup

2026-02-03

Komisi I DPRD Kota Bandung Usulkan Perubahan Kedua Perda Administrasi Kependudukan

2026-02-03

Praja IPDN dan ASN Kemendagri Genap Sebulan Jalani Misi Kemanusiaan di Aceh

2026-02-03

Fajar Aldila Tutup Magang III Praja IPDN Angkatan XXXIV Tahun 2026

2026-02-03
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC