KAB. BANDUNG,– Camat Cileunyi, Cucu Endang S.Sn., M.Ak merespon aduan masyarakat Perumahan Permata Biru terhadap bangunan liar (bangli) yang bertengger di lahan fasilitas umum Perumahan Permata Biru.
Camat didampingi Sekcam Cileunyi Anjar Lugiyana S.IP., M.I.P., dan Kanit Satpol PP Kecamatan Cileunyi, Rosyid S.Pd., melakukan sidak ke lokasi tersebut pada Rabu (17/1/2024).
Adapun sebelumnya aduan warga terkait bangli itu dilaporkan warga pada Senin (15/1/2024). Adapun salah satu tujuan sidak agar keberadaan bangli tidak meluas.
“Hari ini kita cek lokasi dan memantau keberadaan bangli di jalur fasum Perumahan Permata Biru, terutama di area penampungan air yang berada di Blok AS RW 023, tepatnya disamping masjid Al Hikmah,” kata Camat Cucu Endang.
Cucu juga menyesalkan dengan semakin menjamurnya bangli di lokasi tersebut. Menurutnya, di tempat tersebut berdiri berdiri bangli mulai dari ujung jalan arah Komplek Griya Mitra sampai ke arah gerbang Komplek Bumi Orange atau kurang lebih sepanjang 1 kilometer.
“Diperkirakan bangunan tersebut berdiri selama bertahun-tahun, bahkan sudah ada yang permanen. Tentunya ini melanggar peraturan karena bangunan yang mereka dirikan berada di atas tanah yang bukan haknya,” ujar Cucu Endang.
Di tempat sama, Sekcam Cileunyi Anjar Lugiyana S.IP., M.IP., mengatakan, bangli tersebut berpotensi menghambat aliran air yang akan masuk ke penampungan air atau sungai kecil, karena mereka mengurugnya.
“Akibatnya, terjadi penyempitan pada sungai dan bisa membahayakan dan merugikan warga komplek, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas besar,” jelas Anjar.
Senada, dengan disaksikan beberapa tokoh masyarakat yang hadir, Kanit Satpol PP Cileunyi, Rosyid mengatakan, pihaknya akan mengambil langkah konkret atas kondisi tersebut sehingga tercipta lingkungan asri dan tertib.
“Sesegera mungkin kita akan selesaikan masalah ini. Kita akan kumpulkan mereka yang mendirikan bangunan liar untuk diberi arahan. Namun semua itu dapat kami lakukan apabila kami telah menerima data akurat orang per orangnya dari para tokoh masyarakat,” pungkas Rosyid. (Abah)












