Warga Desa Tanjungsari Pertanyakan BLT DD 2020

KAB BANDUNG, — Kepala Desa Tanjungsari Kecamatan Cangkuang Kabupaten Bandung, diduga tidak menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa tahun 2020 (BLT DD), dengan baik dan tidak transparan kepada keluarga penerima mamfaat (KPM).

Warga Desa Tanjungsari hanya menerima Rp 1.800.000,- bantuan langsung tunai per kepala keluarga (KK). Padahal, seharusnya bantuan itu sebanyak Rp 2.700.000,- /per KPM sisanya di kemanakan?“Wargapun sudah melakukan pengaduan terkait BLT DD, yang katanya dibagi sesuai prosedur. “Diduga Kadesnya menyunat dana bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat yang terkena dampak wabah Covid-19,” ungkap S Salah perwakilan warga kepada wartawan.

“Kami disini menemukan sejumlah kejanggalan dalam pembagian dana bansos untuk Covid-19. Kami mencurigai ada pemotongan dana bantuan oleh Kades Tanjungsari,” kata DD menambahkan, Senin (17/6/2021).

Baca juga :  Tim SAR Brimob Jabar Cek Tanah Rawan Longsor di Jalur Lembang

Lain halnya dengan IM(37-thn) salah satu Warga Tanjung sempet kaget. Ia mengaku tidak tau bahwa namanya masuk dalam tercantum dalam daftar penerima BLT-DD, 2020 desa tanjungsari karena IM tidak pernah dikunjungi tim pendata dari Desa maupun RT/RW setempat, heranya IM tidak pernah menerima uang dari BLT-DD 2020 sepeserpun.

“terus terang saja kami tidak mau hak kami dirampas, oleh oknum penguasa di desa kami,”tandasnya

Ditempat yang sama salah seorang warga Tanjungsari, ST memaparkan mekanisme penyaluran BLT DD, Desa Tanjungsari, Kecamatan Cangkang, (keluarga penerima manfaat) KPM.Untuk pengambilan uang BLT tahap satu bertempat di kantor Desa Tanjungsari,dihadiri oleh pihak kecamatan kepolisian dan TNI,

Baca juga :  Jajaran Polsek Cicendo Polrestabes Bandung Antisipasi Rawan Kemacetan Siang Hari

Tahap kedua masih di kantor desa, yang tahap tiga diambil kerumah pa kades, besaranya Rp 600 ribu, untuk tiga bulan pertama tiga bulan kedua Rp 600 ribu begitu juga tiga bulan terakhir yang di berikan dirumah pak kades Rp 600 ribu juga jadi jumlahnya Rp 1.800,000. Seharusnya sebesar 2.700.000,- untuk Tiga Tahapan.

“Pembagian BLT dana desa terlihat terstruktur dan minim celah. Adanya korupsi. Akan tetapi, kenyataan berkata sebaliknya. Potensi kesalahan dalam penyaluran BLT dana desa tetap terbuka, sama seperti yang terjadi menimpa ST Dan IM,” ucapnya

Saat di konfirmasi oleh wartawan. Kepala Desa Tanjungsari, Hendar Mulyadi, terkesan menghindar dengan permasalahan yang terjadi.**

BeritaTerkait

Next Post