SURABAYA, — Serah terima akhir pekerjaan (FHO) Pembangunan Jalan Lingkar Tuban akan berbuntut panjang. Potensi kecurangan tender dan dugaan praktik monopoli semakin benderang terlihat menimpa 14 paket proyek Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Provinsi Jawa Timur (Satker PJN IV Jatim) TA 2021.
Berdasarkan data yang berhasil patrolicyber.com himpun menunjukkan, pekerjaan jalan sepanjang 6,87 kilometer itu dimulai pada 25 Maret 2021 dan berakhir 10 Desember 2021 tahun lalu. Oleh karena itu, serah terima akhir pekerjaan (FHO) senilai Rp 49,11 miliar tersebut diperkirakan akan berlangsung pada 10 Desember 2022 bulan depan.
Data patrolicyber.com juga mengungkap, satu di antara 14 paket proyek Satker PJN IV Jatim TA 2021 itu, dilaksanakan setelah PPK 4.4 Jatim menerbitkan SPPBJ No. PB 0201.Bb8.9/4.4/772 tanggal 23 April 2021.
Surat Penunjukan Penyedia Barang Jasa (SPPBJ) tersebut menetapkan PT Cahaya Indah Madya Pratama sebagai penyedia jasa. Sedangkan nilai jaminan pelaksanaan yang harus ditanggung oleh perusahaan pemegang PKP No. PEM-00707/WPJ.24/KP.0803/2008 dan NPWP 01.234.876.9-641.000 adalah sebesar Rp 3,91 miliar.
Sementara PPK 4.4 Jatim Setiono menampik spekulasi potensi kecurangan tender paket proyek tersebut.
“Terkait SPPBJ Pembangunan Jalan Lingkar Tuban 2021, saya tidak bisa comment Pak, karena ini terkait PPK sebelum saya,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima eljabar.com, pada Minggu, 27 November 2022.
Namun selanjutnya Setiono menyebut akan mencari dokumen SPPBJ tersebut. Hal ini dijanjikan Setiono setelah paytrolicyber.com menilai mutasi jabatan PPK 4.4 Jatim juga melaksanakan serah terima memori jabatan. “Ok, nanti saya carikan dulu dan lihat dulu ya,” kata Setiono.
Dihubungi secara terpisah, Kepala Satker PJN Wilayah IV Jatim, Akmizal belum merespon materi konfirmasi yang disampaikan patrolicyber.com melalui aplikasi pesan elektronik, pada Minggu, 27 November 2022.
Sampai berita dugaan potensi monopoli dan potensi kecurangan tender paket-paket proyek Satker PJN Wilayah IV Jatim TA 2021, Akmizal bergeming dan bungkam.
Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan terungkap, indikator potensi penyimpangan pada proses pengadaan 14 paket proyek tahun anggaran 2021 Satker PJN Wil IV Jatim.
Total pagu anggaran puluhan paket proyek itu mencapai Rp 1.004.317.819.000,00 dengan nilai total HPS sebesar Rp 1.004.252.826.599,50.
Sedangkan total nilai kontrak 12 perusahaan yang ditetapkan sebagai penyedia jasa dari 14 paket proyek tersebut adalah sebesar Rp 759.209.930.830,50. (shohib)












