TANAH BUMBU, – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Rapat Lintas Sektor sekaligus Penetapan Lokus Lomba Tahun 2026 di Gedung Sekretariat PKK, pada Rabu, 15 April 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyongsong pelaksanaan program kerja PKK tahun 2026, dengan melibatkan berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Rapat tersebut bertujuan untuk menyelaraskan visi, memperkuat koordinasi, serta memastikan seluruh program PKK berjalan seiring dengan kebijakan dan program dinas teknis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.
Ketua TP PKK Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif, dalam arahannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program PKK. Ia menyebutkan bahwa gerakan PKK tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan aktif dari seluruh pemangku kepentingan.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara TP PKK dengan seluruh SKPD. Program kerja PKK tahun 2026 harus menjadi perhatian bersama agar implementasinya benar-benar tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Andi Irmayani.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa setiap program yang dirancang tidak hanya bersifat administratif, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan keluarga, khususnya di tingkat desa dan kelurahan.
Dalam rapat tersebut, selain membahas penyelarasan program rutin, TP PKK juga secara khusus mematangkan persiapan menghadapi sejumlah agenda strategis yang akan menjadi indikator keberhasilan kinerja kader PKK di berbagai tingkatan.
Adapun lima agenda utama yang menjadi fokus pembahasan meliputi:
Pertama, Lomba Tertib Administrasi, yang bertujuan memperkuat tata kelola organisasi PKK agar lebih tertib, akuntabel, dan transparan.
Kedua, Pelatihan Dasawisma ber-PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), sebagai upaya mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat yang dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga.
Ketiga, Lomba Desa Binaan, yang diarahkan untuk menciptakan desa percontohan yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus menjadi model pengembangan bagi wilayah lainnya.
Keempat, Jambore Kader PKK, yang menjadi ajang peningkatan kapasitas, pertukaran pengalaman, serta apresiasi bagi para kader penggerak di lapangan.
Kelima, pelaksanaan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK, yang merupakan puncak peringatan sekaligus momentum evaluasi terhadap capaian program PKK selama satu tahun.
Melalui pembahasan yang komprehensif ini, TP PKK Tanah Bumbu juga menetapkan lokus atau titik lokasi pelaksanaan lomba sebagai bagian dari strategi untuk memaksimalkan pembinaan dan pendampingan di lapangan.
Keterlibatan aktif seluruh SKPD diharapkan mampu meminimalisir berbagai kendala teknis, sekaligus mempercepat pencapaian target program yang telah direncanakan. Sinergi ini juga menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan program serta dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan langkah matang ini, TP PKK Tanah Bumbu optimistis dapat menghadirkan program-program yang lebih inovatif, tepat sasaran, dan berkelanjutan, guna mendukung terwujudnya masyarakat Tanah Bumbu yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera. (Ag)












