• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, November 1, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Kemenham Jabar Kawal Dugaan Kekerasan Pada Anak dan Perempuan, Saat Eksekusi Rumah di Bandung

Kemenham Jabar Kawal Dugaan Kekerasan Pada Anak dan Perempuan, Saat Eksekusi Rumah di Bandung

red cyber by red cyber
April 17, 2026
in Featured, Hukum
0
Kepala Kanwil HAM Jawa Barat, Hasbulloh Fudail, bersama Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kanwil Kemenham Jawa Barat, Nurjaman, melakukan kunjungan langsung ke rumah korban di Jalan Golf Island Kav 79 No 1 R.D.P, Kabupaten Bandung, Jumat (17/4/2026).

Kepala Kanwil HAM Jawa Barat, Hasbulloh Fudail, bersama Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kanwil Kemenham Jawa Barat, Nurjaman, melakukan kunjungan langsung ke rumah korban di Jalan Golf Island Kav 79 No 1 R.D.P, Kabupaten Bandung, Jumat (17/4/2026).

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, – Dugaan kekerasan anak dan perempuan yang terjadi saat proses eksekusi rumah di Kabupaten Bandung, Jawa Barat mendapat perhatian Kantor Wilayah Hak Asasi Manusia Jawa Barat (Kanwil HAM Jabar).

Kepala Kanwil HAM Jawa Barat, Hasbulloh Fudail, bersama Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kanwil Kemenham Jawa Barat, Nurjaman, melakukan kunjungan langsung ke rumah korban di Jalan Golf Island Kav 79 No 1 R.D.P, Kabupaten Bandung, Jumat (17/4/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian serius pemerintah terhadap laporan dugaan kekerasan yang melibatkan anak di bawah umur serta perempuan dalam peristiwa eksekusi rumah yang terjadi pada 12 Desember 2025.

Kemenhuk Fokus Lindungi Anak 

Dalam keterangannya, Hasbullah Fudail menegaskan bahwa Kementerian HAM tidak akan mengintervensi proses hukum, namun fokus pada aspek perlindungan korban, khususnya anak.

“Kementerian HAM fokus pada dugaan kekerasan terhadap anak. Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Polda Jabar, agar laporan ini ditindaklanjuti sesuai prosedur,” ujarnya.

Ia menambahkan, negara wajib hadir dalam situasi seperti ini untuk memastikan perlindungan terhadap anak berjalan optimal.

“Kami ingin bersama-sama melindungi anak. Negara harus hadir. Jika ada proses hukum, biarkan aparat penegak hukum yang menjalankan sesuai aturan,” tegasnya.

Baca juga :  Fajar Aldila Apresiasi Bakti Sosial Serdik Sespimma Polri Angkatan 75 di Sumedang

Selain itu, pihaknya juga mengajak unsur masyarakat seperti RT, RW, dan pemerintah setempat untuk turut memberikan keterangan demi memperjelas fakta di lapangan.

“Kami akan mengawal, minimal menjembatani proses-proses yang berjalan,” tambahnya.

Kronologi Dugaan Kekerasan Saat Eksekusi Rumah

Peristiwa ini bermula saat dilakukan eksekusi rumah atas permohonan PT EMKA Beschlagteile Pasific pada 12 Desember 2025 sekitar pukul 10.00 WIB.

Dalam proses tersebut, Lusiana Mulianingsih bersama anaknya diduga mengalami tindakan kekerasan.

Menurut pengakuan Lusiana, dirinya mengalami pembatasan gerak saat kejadian.

“Saya minta anak saya dikeluarkan, saya masuk tidak boleh, keluar tidak boleh. Satu jam baru bisa keluar. Setelah itu anak saya dikeluarkan,” ungkapnya.

Lusiana menuding terjadi kekerasan terhadap anak dan perempuan serta perusakan rumah dalam peristiwa tersebut.

Kesaksian Anak: Dipiting dan Diancam

Anak Lusiana yang diduga menjadi korban juga memberikan kesaksian mengejutkan. Ia mengaku melihat belasan orang datang dan masuk secara paksa ke dalam rumah.

“Saya di lantai atas, mereka masuk mendobrak. Saya disuruh keluar lalu dipiting. Petugas juga melakukan pengancaman, mereka mengaku dari aparat,” ujar anaknya.

Kesaksian ini memperkuat dugaan adanya tindakan represif saat proses eksekusi berlangsung.

Saksi Sebut Pelaku Berpakaian Preman

Sutisna, seorang satpam setempat, mengaku turut menyaksikan kejadian tersebut. Ia menyebut orang-orang yang datang tidak semuanya berseragam resmi.

Baca juga :  Save Leuweung Program Bersama Sektor 21 Tanam 400 Pohon Penghijauan

“Sebagian memakai pakaian preman, tapi mengaku dari aparat kejaksaan. Ada juga yang memakai batik dan kaos, serta menunjukkan kartu identitas,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa proses eksekusi tidak memperlihatkan dokumen resmi secara terbuka kepada penghuni rumah.

Kuasa Hukum: Negara Harus Lindungi Korban

Kuasa hukum Lusiana, Ronald, SH, mengapresiasi langkah cepat pemerintah dan aparat kepolisian dalam menangani laporan ini.

“Negara sudah hadir melindungi korban dugaan kekerasan terhadap anak dan perempuan. Kami juga mengapresiasi Polda Jabar karena laporan ini sudah naik ke tahap penyidikan,” katanya.

Ronald menegaskan bahwa kliennya adalah korban yang memiliki hak atas rumah tersebut. “Bagaimana mungkin seorang ibu dan anak yang sudah puluhan tahun tinggal di rumah itu dipaksa keluar, seolah-olah mereka kriminal, padahal memiliki sertifikat yang sah,” tegasnya.

Proses Hukum Masih Berjalan

Saat ini, kasus dugaan kekerasan anak dan perempuan tersebut tengah ditangani oleh Polda Jawa Barat. Penetapan tersangka sepenuhnya menjadi kewenangan aparat kepolisian berdasarkan hasil penyidikan.

Sementara itu, Kemenham Jabar memastikan akan terus mengawal kasus ini dari sisi perlindungan HAM, khususnya terhadap anak.**

Previous Post

TP PKK Tanah Bumbu Matangkan Program Kerja 2026 Lewat Rapat Lintas Sektor, Fokus Sinergi dan Lokus Lomba

Next Post

Pemkot Bandung Siapkan BRT dan Peremajaan Angkot Listrik

BeritaTerkait

Featured

Komisi V DPRD Jabar Dukung PWI Rebut Kembali Juara Umum Porwanas 2027

Oktober 31, 2026
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Erick Darmadjaya, B.Sc., M.K.P.
Featured

Terkait Pembongkaran Bangunan Liar, Erick Berharap Penegakan Hukum Tersebut Konsisten

Oktober 31, 2026
Featured

Bukan Sekadar Menduduki Jabatan, Bupati Sumedang Minta Pejabat Baru Berani Taklukkan Medan

Oktober 30, 2026
Featured

Lantik 222 ASN, Bupati Sumedang Tekankan Integritas, Inovasi dan Orientasi Pelayanan

Oktober 30, 2026
Featured

Sumedang Bidik 10 Besar di Porprov XV Jawa Barat

Oktober 30, 2026
Featured

BAZNAS Jabar Resmikan Program Pipanisasi Sanitasi Air Bersih di Tasikmalaya

Oktober 30, 2026
Next Post

Pemkot Bandung Siapkan BRT dan Peremajaan Angkot Listrik

No Result
View All Result

Berita Terkini

Komisi V DPRD Jabar Dukung PWI Rebut Kembali Juara Umum Porwanas 2027

Oktober 31, 2026

OPINI: Menakar Putusan MA 742 K/TUN/2026

Oktober 31, 2026
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Erick Darmadjaya, B.Sc., M.K.P.

Terkait Pembongkaran Bangunan Liar, Erick Berharap Penegakan Hukum Tersebut Konsisten

Oktober 31, 2026

Bukan Sekadar Menduduki Jabatan, Bupati Sumedang Minta Pejabat Baru Berani Taklukkan Medan

Oktober 30, 2026

Lantik 222 ASN, Bupati Sumedang Tekankan Integritas, Inovasi dan Orientasi Pelayanan

Oktober 30, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC