SUMEDANG,— In Coffee bertransformasi dan berhasil menumbuhkan sebuah ruang kreatif baru di Desa Citali, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.
Fasilitas barunya yang masih dalam tahap pembangunan membuat In Coffee bukan sekadar tempat usaha kuliner, namun juga melebarkan sayap menjadi pusat kegiatan seni budaya dan ruang interaksi masyarakat.
Owner In Coffee, H. Andriansyah atau akrab disapa Ijonk menjelaskan, konsep yang dikembangkan tidak sebatas tempat bersantai, melainkan ruang pertunjukan yang menghadirkan aktivitas budaya secara rutin.
“Ke depan kami ingin menghadirkan pertunjukan seni budaya, musik tradisional maupun modern, sampai kegiatan olahraga masyarakat,” ujar Andriansyah, belum lama ini.
Ia menambahkan, kegiatan seni saat ini masih dilakukan dalam tahap uji coba dengan frekuensi sepekan sekali. Namun, ke depan kegiatan tersebut ditargetkan berlangsung lebih rutin hingga setiap hari.
Meski pembangunan gedung belum sepenuhnya selesai, sejumlah agenda budaya telah digelar di In Coffee, antara lain festival calung dan pasanggiri jaipong tingkat Kabupaten Sumedang yang mendapat sambutan antusias masyarakat.
“Antusiasme masyarakat cukup besar. Walaupun pembangunan belum selesai, kegiatan sudah bisa berjalan,” katanya.
Sebagai bagian dari syukuran pembangunan, In Coffee berencana menggelar “Gebyar Hajat Lembur” pada Juni mendatang. Kegiatan itu akan diawali dengan jalan sehat bertajuk “In Coffee Walker” yang disertai pembagian doorprize.
Pada malam harinya, masyarakat akan disuguhi berbagai pertunjukan seni tradisional, mulai dari tari, musik, hingga pagelaran wayang golek sebagai acara puncak.
Andriansyah menaruh asa kehadiran In Coffee dapat menjadi ruang bersama bagi masyarakat sekaligus mendorong pelestarian seni budaya lokal di wilayah Pamulihan.
“Harapannya, tempat ini bisa menjadi wadah berkumpul lintas generasi sekaligus menghidupkan kembali seni budaya daerah,” pungkasnya. (bon)











