• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Oktober 17, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Sentra Industri Sepatu Cibaduyut Antara Harapan dan Kenyataan, Jangan Sampai Tinggal Nama Saja

Sentra Industri Sepatu Cibaduyut Antara Harapan dan Kenyataan, Jangan Sampai Tinggal Nama Saja

red cyber by red cyber
Juni 26, 2026
in Ekonomi, Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG,- Sentra industri alas kaki legendaris Cibaduyut kini tengah bersiap menghadapi tantangan modernisasi melalui pendekatan ilmiah yang kolaboratif. Langkah strategis ini diawali dengan digelarnya Focus Group Discussion (FGD) yang mengusung tema “Formulasi Model Kesiapan Smart Industri Kecil Menengah Melalui Craftsmanship Skills Index dan Komitmen Manajerial untuk Penguatan UMKM Sepatu Tradisional”.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 24 Juni 2026 mulai pukul 09.28 WIB ini merupakan bagian dari program HIBAH KEMDIKTISAINTEK 2026 SKEMA PENELITIAN DASAR (PENELITIAN DASAR FUNDAMENTAL DAN PENELITIAN KERJA SAMA ANTAR PERGURUAN TINGGI).

Ketua peneliti, Dr. Nurhaeni Sikki, S.A.P., M.A.P, membuka kegiatan dengan menegaskan bahwa FGD ini murni ditujukan untuk menyerap ilmu langsung dari para ahli di lapangan, bukan merupakan penilaian atau ujian bagi para pengrajin.

“Bapak/Ibu, kami tidak sedang menguji kemampuan Bapak/Ibu. Kami justru ingin belajar dari pengalaman Bapak/Ibu sebagai pelaku dan empu sepatu. Dokumen ini masih draf, jadi kami mohon dikoreksi berdasarkan pengalaman nyata Bapak/Ibu,” ungkap Dr. Nurhaeni di hadapan para peserta.

Sinergi Tokoh dan Aspirasi Pengrajin: “Jangan Sampai Seperti Dinosaurus”
Acara ini dihadiri oleh pemangku kepentingan kunci yang memberikan pandangan mendalam mengenai masa depan Cibaduyut;

Roni Sukirman (Koordinator Satpel PI Persepatuan Bandung, menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar berbagai pihak dalam mendukung perkembangan industri alas kaki Cibaduyut.

Ia menyoroti bahwa tantangan saat ini tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga pemasaran, harga, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pasar.

Melalui program klaster alas kaki, diharapkan kerja sama dapat diperkuat guna meningkatkan daya saing pelaku usaha dari skala mikro hingga besar , di mana dukungan dari praktisi, akademisi, pemerintah, dan pengrajin harus terus berjalan beriringan.

Baca juga :  Agar Tetap Dalam Keadaan Kondusif, Polsek Cipatat Polres Cimahi Atur Lalulintas Sore

Sementara Gun Gun Ruhiyadi Tokoh Masyarakat & Pengrajin Sepatu, menegaskan bahwa fokus utama pengrajin perlu diarahkan pada penguatan produksi dan keberlangsungan usaha.

Dengan penuh harap agar industri ini tetap mampu bertahan di tengah tantangan , beliau menyampaikan pernyataan menyentuh.

“Saya hidup dari sepatu.” Kalimat ini menggambarkan bahwa industri alas kaki merupakan sumber penghidupan utama bagi banyak pelaku UMKM.

Ia berharap Cibaduyut tetap eksis, khususnya bagi pelaku usaha mikro dan kecil yang menggantungkan mata pencahariannya di sektor ini , melalui peningkatan kompetensi teknis maupun pengelolaan usaha lewat program pelatihan.

Ikin Sodikin (Perwakilan IKM): Mengingatkan bahwa Cibaduyut telah lama dikenal sebagai sentra industri alas kaki yang memiliki sejarah kuat di Indonesia.

Namun, tantangan nyata seperti ketergantungan pada bahan baku impor serta meningkatnya persaingan dengan produk luar negeri tidak bisa diabaikan. Beliau mengingatkan pengrajin agar tidak hanya berfokus pada nama besar Cibaduyut, melainkan harus terus berinovasi dan menjaga kualitas produk. Pak Ikin juga menitipkan pesan kritis, “Jangan sampai Sepatu Cibaduyut itu tinggal nama saja, kaya dinosaurus,” sebagai pemacu untuk menjaga eksistensi sentra industri ini. Selain di Cibaduyut juga di Garut, Bogor Ciomas.

Bedah Materi dan Validasi Kamus Kompetensi

Dalam sesi inti FGD, tim peneliti memaparkan materi komprehensif untuk memvalidasi indikator perilaku (Level 1 s.d Level 5) serta status awal indikator (Tetap [T], Perlu Koreksi [PK], Awal [A]):
1. Dr. Nurhaeni Sikki, S.A.P., M.A.P. memandu materi pengantar dokumen serta memvalidasi tiga kompetensi awal: Kompetensi 1 (Desain dan Konstruksi Pola) , Kompetensi 2 (Seleksi, Penataan, dan Penanganan Material kulit/sintetis) , dan Kompetensi 3 (Konstruksi dan Penjahitan Upper yang merupakan proses tersulit).

2. Dr. Ratna Deli Sari, S.Sos., M.Si. mengupas Kompetensi 4 (Lasting dan Pembentukan Sepatu secara simetris tanpa kerutan) , Kompetensi 5 (Perakitan dan Pemasangan Sol dengan teknik spesialis tradisional seperti stitch-down/rosel dan backstitch/dorné) , Kompetensi 6 (Finishing dan Pengendalian Kualitas dari hulu ke hilir serta penanganan produk cacat) , hingga Kompetensi 7 (Transfer dan Preservasi Pengetahuan Kriya melalui tradisi ngendek kepada pekerja junior).

Baca juga :  Antisipasi Macet Pagi, Polsek Rancasari Polrestabes Bandung Lakukan Gatur Lalin

3. Dr. Peti Savitri, S.T., M.T. memvalidasi Kompetensi 8 (Kesiapan Operasi dan Pemasaran Digital berbasis aplikasi menuju Smart IKM). Beliau juga mengajukan 7 pertanyaan kunci lintas kompetensi untuk mempertajam hasil validasi , memandu pengisian Lembar Keputusan Akhir terkait masuknya kompetensi ke dalam Craftsmanship Skills Index (CSI) , serta memimpin proses penandatanganan pengesahan hasil diskusi.

Hasil Diskusi dan Rekomendasi Masa Depan

Melalui diskusi yang interaktif, para peserta FGD berhasil merumuskan sejumlah masukan krusial untuk memperkuat ekosistem industri alas kaki, di antaranya:

• Pengrajin membutuhkan pelatihan yang lebih aplikatif dan berkelanjutan (bukan sekadar teoretis) disertai pendampingan langsung dalam kegiatan usaha sehari-hari.
• Dibutuhkan program lanjutan yang nyata untuk membantu meningkatkan kualitas produk, pemasaran, dan daya saing.
• Munculnya harapan besar agar pemerintah dapat menginisiasi Program Subsidi Material/Bahan untuk meringankan biaya produksi pengrajin sepatu handmade.

FGD ini menegaskan kembali betapa pentingnya menjaga keberlanjutan industri alas kaki bukan saja di Cibaduyut tapi juga di Garut dan Bogor Ciomas. Hal ini hanya bisa dicapai melalui peningkatan kompetensi pengrajin yang konsisten, penguatan kolaborasi lintas sektor (pemerintah, akademisi, praktisi, pelaku usaha), serta pendampingan yang berkesinambungan. Seluruh pihak optimis dan menaruh harapan besar agar Eksistensi Sepatu Tradisional tetap menjadi sentra alas kaki yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan terus memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat.**

Previous Post

Bupati Sumedang Sebut Program Jaga Desa Perkuat Tata Kelola dan Sukseskan Prioritas Nasional Hingga Tingkat Desa

Next Post

Tim Penilai PAAREDI Kalsel Verifikasi Desa Sepakat, Tanah Bumbu Tampilkan Inovasi Penguatan Keluarga di Era Digital

BeritaTerkait

Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Radea Respati Paramudhita, S.H.
Featured

Radea Tekankan Pentingnya Kepemimpinan yang Sehat dalam Lingkungan Kerja

Oktober 17, 2026
Featured

Diskominfosp Tanah Bumbu Evaluasi SP4N LAPOR! di Sekolah, Aduan Masyarakat Wajib Ditindaklanjuti Maksimal Tiga Hari

Oktober 17, 2026
Ekonomi

USB YPKP Dorong Ekonomi Melalui Teknologi Budidaya Magot

Oktober 16, 2026
Featured

Bupati Sumedang Akselerasi Redistribusi Tanah, Pastikan Tepat Sasaran dan Berkeadilan

Oktober 16, 2026
Featured

Melalui Penguatan SDM, Pemkab Sumedang Matangkan Kesiapan Pilkades Digital 2026

Oktober 16, 2026
Featured

Ditemukan Peredaran Sabu, Ketua Ormas LBI Apresiasi Kapolrestabes Bandung Berani Berantas Saritem

Oktober 16, 2026
Next Post

Tim Penilai PAAREDI Kalsel Verifikasi Desa Sepakat, Tanah Bumbu Tampilkan Inovasi Penguatan Keluarga di Era Digital

No Result
View All Result

Berita Terkini

Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Radea Respati Paramudhita, S.H.

Radea Tekankan Pentingnya Kepemimpinan yang Sehat dalam Lingkungan Kerja

Oktober 17, 2026

Diskominfosp Tanah Bumbu Evaluasi SP4N LAPOR! di Sekolah, Aduan Masyarakat Wajib Ditindaklanjuti Maksimal Tiga Hari

Oktober 17, 2026

USB YPKP Dorong Ekonomi Melalui Teknologi Budidaya Magot

Oktober 16, 2026

Bupati Sumedang Akselerasi Redistribusi Tanah, Pastikan Tepat Sasaran dan Berkeadilan

Oktober 16, 2026

Dari Sampah Menjadi Rupiah, USB YPKP Perkuat Ekonomi Sirkular Warga Padasuka

Oktober 16, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC