JAKARTA,– Ketua Umum (Ketum) Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP), Willem Frans Ansanay memberikan catatan kritis terhadap dua program unggulan Presiden Prabowo, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Untuk MBG, Willem menyebut program ini baru ada di era Prabowo. Persoalan utama bukan di konsep, tapi di adopsi pejabat yang tidak tepat.
“Banyak yang melihat anggaran besar triliunan itu jadi ajang cari keuntungan, bukan kemanusiaan. Akibatnya penggunaan tidak maksimal, bahkan ada beberapa kepala/pejabat terkait yang ditangkap,” ungkap Willem, dalam keterangan resminya, Selasa (20/10/2026).
Ia meyakini karena program MBG dipertahankan Prabowo, akan ada recovery yang lebih tajam di Badan Gizi Nasional.
“Kuncinya harus dipimpin dengan hati dan skala prioritas yang jelas,” ujarnya.
Sementara untuk Kopdes Merah Putih, Willem masih berpikir positif. Menurutnya, tujuan kopdes sangat baik untuk mempermudah petani dapat pupuk, gas dan kebutuhan desa lainnya dengan memotong mata rantai pengusaha yang ambil untung besar sampai desa.
Namun ia memberi catatan keras agar keberadaan kopdes jangan sampai mematikan kios-kios dan pedagang kecil yang sudah ada sebelumnya.
“Kopdes harus jadi grosiran, bukan mematikan pengecer. Mekanismenya harus jelas, Pabrik ke Distributor, Sub Distributor, baru Pengecer. Ekonomi desa harus ter-cover,” pintanya.
Willem juga menyoroti pembangunan Kopdes yang di beberapa daerah dibangun di gunung atau di lokasi tanpa akses.
Menurutnya, program unggulan butuh infrastruktur yang sinergi, jembatan dan jalan ke desa harus tersedia. ***









