JAKARTA,– LinkAja terus mengembangkan pendekatan Beyond the Wallet melalui perluasan kemitraan bisnis (business-to-business/B2B) dengan berbagai pihak, termasuk komunitas, koperasi, dan usaha kecil.
Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya LinkAja memperluas pemanfaatan layanan keuangan digital melalui kolaborasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Peluang tersebut disampaikan oleh Yogi Rizkian Bahar, Chief Executive Officer (CEO) LinkAja, dalam acara silaturahmi dan bincang santai bersama media yang tergabung dalam Jurnalis Hukum Bandung (JHB) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat. Kegiatan berlangsung di kantor LinkAja belum lama ini.
Yogi menjelaskan bahwa LinkAja terus memperluas pendekatan bisnisnya melalui kemitraan dengan berbagai pihak, tidak hanya berfokus pada pengguna individu, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan organisasi dan komunitas yang memiliki jaringan anggota aktif.
Beyond the Wallet, Perluas Ekosistem Kemitraan
Pendekatan Beyond the Wallet mencerminkan upaya LinkAja untuk memperluas pemanfaatan layanan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra.
Melalui pengembangan B2B, LinkAja melihat peluang untuk menghadirkan layanan keuangan digital yang dapat dimanfaatkan dalam beragam ekosistem.
“Jadi kita bangun kategori kita enggak cuma di aplikasi kita, tapi kita tawarkan partnership dengan siapa pun yang bisa kita kerjasamakan. Jadi bahkan LinkAja ini berubah konteks dari yang tadinya B2C, which is kita jual direct, malah dengan B2B sekarang,” kata Yogi.
Menurut Yogi, komunitas, koperasi, dan usaha kecil merupakan kelompok yang berpotensi menjadi bagian dari pengembangan ekosistem tersebut, terutama ketika memiliki jaringan anggota dengan kebutuhan transaksi digital.
“Kita partnership dengan banyak orang, kita partnership dengan banyak perusahaan, kita partnership dengan banyak penggiat. Jadi punya community, punya koperasi, punya usaha kecil, yang anggotanya bisa jadi ada 200, 500, dan bisa belanja di situ juga. Positif jadinya. Jadi ini yang sebenarnya kita bangunin,” jelasnya.
Melalui kolaborasi tersebut, LinkAja membuka ruang penjajakan kemitraan yang dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing pihak. Bentuk kerja sama serta layanan yang dapat dimanfaatkan akan dibahas lebih lanjut sesuai dengan model kemitraan yang disepakati.
Manfaat Ekonomi melalui Kolaborasi
Selain memperluas pemanfaatan layanan digital, kemitraan juga membuka peluang bagi mitra untuk memperoleh manfaat ekonomi melalui skema pembagian pendapatan (revenue sharing) atas transaksi yang dihasilkan dalam ekosistem kerja sama.
Yogi menjelaskan bahwa aktivitas transaksi menjadi salah satu aspek dalam model kolaborasi tersebut.
“Setiap transaksi di dalam, kita bagi,” kata Yogi.
Mekanisme pembagian pendapatan akan bergantung pada model kerja sama dan ketentuan yang disepakati oleh para pihak. Dengan demikian, kemitraan dapat membuka potensi nilai tambah bagi komunitas dan mitra lainnya seiring dengan pemanfaatan layanan digital dalam ekosistemnya.
Yogi juga menyebut peran komunitas sebagai salah satu unsur yang ingin dikembangkan LinkAja dalam memperluas jangkauan ekosistem bisnisnya.
“Jadi sebenarnya teman-teman bisa jadi community getters. Nah, ini yang sebenarnya kita bangun,” tuturnya.
Dalam konteks ini, komunitas berpotensi menjadi penghubung antara layanan digital dan kebutuhan transaksi anggotanya. Pemanfaatan layanan yang sesuai dengan kebutuhan komunitas menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan.
Memperluas Pemanfaatan Layanan Digital secara Aman
Seiring dengan perluasan pemanfaatan layanan keuangan digital, pemahaman mengenai keamanan transaksi juga menjadi hal penting. Yogi mengingatkan masyarakat untuk menjaga kerahasiaan data pribadi, PIN, dan kata sandi serta berhati-hati terhadap pihak yang meminta informasi rahasia dengan mengatasnamakan penyedia layanan.
“Jadi memang modus operandi itu selalu berubah. Tidak ada habisnya,” katanya.
Ia menegaskan bahwa informasi yang digunakan untuk mengakses akun harus dijaga dan tidak dibagikan kepada pihak lain.
“Prinsipnya, Anda tidak boleh memberikan data pribadi kepada orang lain. Anda tidak boleh memberikan PIN atau Personal Identification Number kepada orang lain. Anda juga tidak boleh memberikan kata sandi atau password kepada orang lain,” ujarnya.
Melalui pendekatan Beyond the Wallet, LinkAja terus menjajaki peluang kolaborasi untuk memperluas pemanfaatan layanan keuangan digital bersama berbagai pihak. Kemitraan dengan komunitas, koperasi, dan usaha kecil menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan nilai tambah bagi mitra sekaligus memperkuat ekosistem transaksi digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.**










