BANDUNG, — Pengerukan sedimen di sungai Cipamokolan Desa Tegalluar Kec. Bojongsoang Kab. Bandung yang tinggal 10 hari lagi dari kontrak 6 bulan, mengalami hambatan.
“Kesulitannya ini, kata Satgas Subsektor 03 Cipamokolan Serka Hamdani, Kamis (10/12-2020) karena alat berat tidak bisa diturunkan ke bawah sebab tanah pijakan untuk alat berat bukan tanah keras melainkan tanah lumpur. Hingga jika dipaksakan akan amblas’.
Serka Hamdani mengatakan, jangankan untuk alat berat, kaki saja amblas. Sudah pula dicoba menurunkan alat berat tetapi dinaikan lagi karena tanahnya tidak keras.
Dari pengerukan yang sudah dicapai 2 km dan tinggal 1 km lagi yang tidak bisa dikerjakan karena pinggiran tanahnya tidak bisa menopang alat berat.
Pengerukan hanya bisa dikerjakan oleh alat long arm yang jangkauannya panjang. Sedang yang ada, alat berat ukuran standar.
“Karena itu ketimbang bekutat di tempat yang sulit ini kita manfaatkan waktu yang tersisa dengan membereskan bantaran sungai yang sekarang sudah menjadi jalan lebar dan membenahi kemiringan bibir sungai”.
Hal senada disampaikan operator alat berat, Rasmadi, jika bekutat memikirkan masalah ini waktu akan habis.
“Mending waktu yang tinggal sedikit ini dipakai membenahi dan merapikan bantaran dan kemiringan bibir sungai,” ujar Rasmadi.*












