• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, April 22, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Ancaman Krisis Pangan, FKDM Minta Pemprov Jabar Lakukan Skenario Ini

Ancaman Krisis Pangan, FKDM Minta Pemprov Jabar Lakukan Skenario Ini

red cyber by red cyber
Mei 18, 2022
in Featured, Pemerintahan
0
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, – Ancaman krisis pangan yang melanda negara-negara di dunia mulai meresahkan, tak terkecuali juga berpotensi terjadi di Jawa Barat.

Menurut Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Jawa Barat (Jabar) Yayat Hidayat, adanya kelangkaan pangan akan berdampak terhadap ketentraman dan keamanan masyarakat Jawa Barat yang selama ini terjaga dengan baik.

Dengan adanya kelangkaan pangan akan berdampak terhadap ketentraman dan keamanan masyarakat Jawa Barat yang selama ini terjaga dengan baik.

“Sebagai bentuk kewaspadaan dini, FKDM menyarankan Pemprov Jabar agar mempersiapkan kebijakan atau program untuk mengantisipasi ancaman krisis pangan tersebut,” ujarnya, melalui aplikasi pesan WhatsApp, Selasa (17/5/2022).

Sebagai langkah pertama, Yayat menyarankan agar Pemprov Jabar melakukan program jangka pendek dengan melakukan intervensi terhadap pasar.

“Intervensi ini perlu dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan. Sehingga kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi dan terjangkau,” ucap dia.

Baca juga :  Rutin Imbau Prokes Pelajar, Wujud Brimob Jabar Peduli Generasi Muda dari Wabah Corona

Selanjutnya, untuk jangka menengah atau panjang, adalah mengoptimalkan gerakan petani milenial agar para pemuda di Jawa Barat lebih tergugah lagi dan kembali ke kampungnya masing-masing untuk menjadi petani dengan slogan tinggal di desa, rejeki kota dan bisnis mendunia.

“Termasuk memperkuat program One Produk One Pesantren (OPOP) untuk memperkuat basis ketahanan pangan di Jabar,” ujar Yayat.

Ketiga, lanjut Yayat, Pemprov Jabar harus menggencarkan kembali pola usaha tani yang cerdas dengan memanfaatkan teknologi (Smart Farmers).

Ia bilang, penerapan teknologi pertanian atau perkebunan penting dilakukan untuk meningkatkan produktivitas petani. Sehingga hasil panennya menjadi lebih baik secara kualitas dan kuantitas.

“Dan keempat, masyarakat petani juga diharapkan mampu memanfaatkan keberadaan market place untuk memasarkan hasil pertanian, sehingga bisa mendapatkan harga yang lebih baik,” jelas Yayat.

Baca juga :  Jajaran Polsek Andir Polrestabes Bandung Pantau dan Amankan Kegiatan Ibadah Minggu

Selain itu, menurut Yayat, keberadaan para tengkulak dan spekulan juga harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Menurutnya, kelangkaan pangan seringkali diakibatkan ulah spekulan yang menimbun bahan pangan. Untuk itu pemerintah, melalui aparat penegak hukum harus lebih serius lagi menindak para spekulan.

“Kelangkaan pangan merupakan ancaman serius bagi keamanan masyarakat, dan penimbunan kebutuhan bahan pangan adalah kejahatan kemanusiaan serius yang harus ditindak tegas,” tambahnya.

Sebelumnya, Badan Pangan Dunia (FAO) mewartakan bahwa pada tahun 2022 negara-negara didunia akan dilanda krisis pangan. Selain sebagai dampak perang Rusia-Ukraina yang mengganggu pasokan beberapa kebutuhan pokok global, juga terjadi perubahan iklim yang akan berdampak pada siklus ketersediaan bahan pangan.**

Previous Post

Bhabinkamtibmas Polsek Sukasari Giat Sambang dan Himbauan Kamtibmas

Next Post

DPRD Jabar: PPDB 2022 Harus Lebih Baik

BeritaTerkait

Ekonomi

Penguatan Keterampilan Kewirausahaan Generasi Muda, BAZNAS RI Berkolaborasi dengan BAZNAS Jabar Gelar Pelatihan Barista Z-Coffee

April 22, 2026
Featured

Tanah Bumbu Perkuat Sinergi Tata Kelola Keuangan Daerah, Dorong Transparansi dan Akuntabilitas di Kalimantan Selatan

April 22, 2026
Featured

12 Tahun Penantian Terbayar, Tanah Bumbu Juara Umum PORDA PERPAMSI Kalsel 2026 di Batulicin

April 22, 2026
Featured

Bagi Anda yang Mencari Lowongan Pekerjaan, Disnaker Kota Bandung Gelar Job Fair 2026

April 22, 2026
Featured

PORDA PERPAMSI Kalsel 2026 Resmi Dibuka di Tanah Bumbu, Perkuat Solidaritas dan Tingkatkan Kinerja Layanan Air Minum

April 21, 2026
Featured

Penegakan Hukum Diapresiasi, Kejari Kabupaten Bandung Terima Penghargaan dari Aliansi Masyarakat

April 21, 2026
Next Post

DPRD Jabar: PPDB 2022 Harus Lebih Baik

No Result
View All Result

Berita Terkini

Penguatan Keterampilan Kewirausahaan Generasi Muda, BAZNAS RI Berkolaborasi dengan BAZNAS Jabar Gelar Pelatihan Barista Z-Coffee

April 22, 2026

Tanah Bumbu Perkuat Sinergi Tata Kelola Keuangan Daerah, Dorong Transparansi dan Akuntabilitas di Kalimantan Selatan

April 22, 2026

12 Tahun Penantian Terbayar, Tanah Bumbu Juara Umum PORDA PERPAMSI Kalsel 2026 di Batulicin

April 22, 2026

Bagi Anda yang Mencari Lowongan Pekerjaan, Disnaker Kota Bandung Gelar Job Fair 2026

April 22, 2026

PORDA PERPAMSI Kalsel 2026 Resmi Dibuka di Tanah Bumbu, Perkuat Solidaritas dan Tingkatkan Kinerja Layanan Air Minum

April 21, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC