SUMEDANG,– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang menggelar Pembukaan Pesantren Ramadhan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), di Masjid Al Kamil PPS Kabupaten Sumedang, Selasa (3/3/2026).
Pesantren Ramadhan ASN ini dilaksanakan selama 2 hari, pada 03 hingga 04 Maret 2026 dan dibuka langsung Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir dengan dihadiri para Asisten Daerah, Staf Ahli Bupati, serta jajaran ASN di lingkungan Pemkab Sumedang.
Dony menegaskan, Ramadhan tahun ini harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, terutama dalam kualitas ibadah dan pengendalian diri.
“Pengendalian diri itu kendalinya ada pada pikiran, hati, dan diri kita. Termasuk hari ini kita datang ke masjid untuk mengikuti pesantren Ramadhan, ini bagian dari upaya kita memperbaiki diri,” ujarnya.
Dony mengingatkan, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga pancaindra dari perbuatan yang dapat mengurangi bahkan membatalkan pahala puasa.
“Puasa kita jangan hanya menahan haus dan lapar. Hati ini harus mampu menjaga hawa nafsu, menjaga tindakan dan perilaku yang bisa membatalkan pahala puasa. Jangan sampai setiap tahun berpuasa, tapi tidak ada perubahan dari tahun ke tahun,” tegasnya.
Ia juga menyoroti konsistensi dalam menjalankan ibadah, termasuk shalat tarawih yang kerap tidak penuh hingga akhir Ramadhan.
“Tarawih masih bolong-bolong. Niatkan tarawihnya full sampai akhir. Ramadhan ini momentum emas untuk memperbaiki kualitas ibadah kita,” pesannya.
Selain itu, Bupati Dony mengajak seluruh ASN untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an selama bulan Ramadhan, dengan memperbanyak membaca, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui Pesantren Ramadhan ASN ini, diharapkan terbentuk pribadi-pribadi ASN yang tidak hanya profesional dalam bekerja, tetapi juga memiliki ketakwaan dan akhlak yang semakin baik, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Sumedang,” tuturnya.
Ia pun mengajak seluruh ASN agar menjadikan pesantren kilat ini benar-benar bermanfaat dan berdampak nyata dalam kehidupan.
“Jadikan pesantren kilat ini sesuatu yang bermanfaat dan berdampak. Jadikan ini sebagai kebutuhan bagi diri kita, bukan sekadar rutinitas atau formalitas,” tegasnya.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan rutinitas yang memiliki makna mendalam sebagai upaya pemenuhan kualitas ibadah pribadi agar terus mengalami perubahan ke arah yang lebih baik.
“Kegiatan ini adalah bagian dari pemenuhan kualitas ibadah diri kita, agar terus berubah. Jadikan momentum ini sebagai bagian untuk mengubah diri kita menjadi lebih baik,” pungkasnya. (hms/bon)












