PANGANDARAN – Sebanyak 240 unit becak listrik bantuan Presiden RI Prabowo Subianto diserahkan kepada para pengayuh becak di Kabupaten Pangandaran. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban kerja, khususnya bagi pengayuh becak lanjut usia yang masih menjadi tulang punggung keluarga.
Penyerahan bantuan dilakukan Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pangandaran di Pendopo Alun-Alun Parigi, Senin (28/9/2026).
Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap masyarakat, termasuk para pengayuh becak di Kabupaten Pangandaran.
Menurutnya, kehadiran becak listrik menjadi sebuah terobosan karena membantu pengayuh becak beralih dari sistem konvensional menuju pemanfaatan teknologi yang lebih modern.
“Kebijakan ini sangat bermanfaat, dapat membantu gerak roda perekonomian di tingkat keluarga,” ungkap Citra.
Ia menjelaskan, penerima bantuan diprioritaskan bagi masyarakat berusia lanjut, khususnya mereka yang berusia di atas 55 tahun. Kebijakan tersebut sejalan dengan harapan Presiden Prabowo agar para pengayuh becak lanjut usia yang masih bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga dapat lebih mudah menjalankan aktivitasnya.
Citra menambahkan, bantuan becak listrik juga menjadi salah satu bentuk adaptasi teknologi untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Para penerima diharapkan dapat menjadi pionir dalam pemanfaatan teknologi yang lebih ramah lingkungan di Kabupaten Pangandaran.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan YGSN atas berbagai program nasional yang dijalankan di Kabupaten Pangandaran, mulai dari MBG, KDKMP, hingga Sekolah Rakyat. Program-program yang disusun ini menjadi jawaban untuk menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Operasional Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN), Brigjen TNI (Purn.) Sudarwo Aris Nurcahyo, mengatakan bantuan becak listrik tersebut merupakan program yang digagas Presiden Prabowo dan memang diprioritaskan bagi para pengayuh becak lanjut usia.
“Tujuannya untuk meringankan kerja dan menambah penghasilan keluarga,” kata Sudarwo.
Ia menuturkan, becak listrik yang diberikan kepada masyarakat tersebut merupakan produk hasil produksi dalam negeri. Adapun pembiayaannya berasal dari dana pribadi Presiden Prabowo.
Sudarwo berharap seluruh penerima dapat memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya dan menjaga becak listrik yang telah diberikan.
“Kami harap penerima dapat memanfaatkannya, menjaganya dengan baik. Tidak disewakan, dipindahtangankan, atau bahkan dijual,” tegasnya.
Salah seorang penerima bantuan, Ucu Sarju (71), warga Parigi, mewakili para penerima lainnya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Ucu, bantuan becak listrik bukan sekadar alat transportasi baru, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi para pengayuh becak dalam meningkatkan taraf hidup dan perekonomian keluarga.
“Dengan becak listrik ini, tenaga yang biasa kami keluarkan untuk mengayuh kini bisa berkurang. Operasional menjadi lebih efisien dan tentunya kami bisa memberikan pelayanan yang lebih nyaman serta ramah lingkungan bagi para penumpang,” tuturnya.
Ucu berjanji akan merawat dan memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk bekerja mencari nafkah secara jujur.
“Kami berjanji akan merawat dan memanfaatkan becak listrik ini sebaik-baiknya untuk bekerja mencari nafkah secara jujur dan bersemangat. Semoga kebaikan Bapak Presiden RI dibalas dengan keberkahan yang melimpah, dan semoga program ini dapat terus berlanjut untuk membantu sesama,” pungkasnya. (ASZ)












